Teten Akui Masih Banyak Produk Pangan Impor, RI Harus Apa?

Michelle Natalia, Jurnalis · Minggu 21 Maret 2021 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 21 320 2381354 teten-akui-masih-banyak-produk-pangan-impor-ri-harus-apa-jSbURqFhHZ.jpg Menkop Teten (Foto: Dokumen Kemenkop UKM)

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengakui, hingga saat ini sebagian kebutuhan pangan dalam negeri masih dipenuhi dari hasil impor.

Untuk itu, Kementerian Koperasi dan UKM kian memantapkan strategi menerapkan model bisnis korporatisasi petani dan menciptakan koperasi pangan modern. Dengan korporatisasi petani diharapkan kebutuhan pangan dalam negeri bisa dicukup dari produk lokal.

"Korporatisasi petani mengkonsolidasikan petani perorangan yang berlahan sempit untuk tergabung dalam koperasi pangan modern sehingga tercipta komoditi rantai pasok baik untuk pasar domestik maupun ekspor," ucapnya di Jakarta, Minggu (21/3/2021).

Baca Juga: Mendag: Impor Beras Tanggung Jawab Saya! 

Menurut Teten, adanya kepastian pasar bagi produksi pertanian ini juga sekaligus memudahkan koperasi dalam meraih pembiayaan. Sebab, selama ini koperasi sektor produktif seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan dianggap sebagai sektor yang berisiko tinggi bagi perbankan.

"Jadi jika kita sekarang membangun koperasi pangan terhubung dengan market dan rantai pasok, maka akan mendorong perbankan lebih berani membiayai sektor pangan kita," imbuh Teten.

Ke depan, Teten berharap, akan banyak pihak lain, tak hanya TaniHub, yang bermitra dengan petani dalam menyerap hasil produksi pangan. Dengan demikian, target pemenuhan industri pangan dalam negeri bisa terwujud lebih cepat.

Teten menegaskan, pihaknya menggandeng TaniHub lantaran startup pertanian ini telah memiliki infrastruktur yang mumpuni. Upaya tersebut, sambungnya, sejalan dengan tugas yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada kementeriannya untuk membangun koperasi-koperasi pangan yang meliputi industri pertanian, perternakan, dan perikanan.

"Agar kita mampu membangun sistem produksi pangan nasional modern, yang lebih menjamin kualitas supply lebih stabil," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini