BPJS Ketenagakerjaan Bakal Pangkas Investasi Saham, Begini Reaksi BEI

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 01 April 2021 10:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 278 2387632 bpjs-ketenagakerjaan-bakal-pangkas-investasi-saham-begini-reaksi-bei-phtQRk3aKc.jpg Investasi Saham (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) berencana mengurangi porsi saham dalam portofolio investasi pengelolaan Jaminan Hari Tua (JHT). Direktur Utama BP Jamsostek, Anggoro Eko Cahyono mengatakan, porsi saham dan reksa dana mencapai 23,8 persen dari nilai investasi JHT yang dikelola dan porsi ini bakal dikurangi dan dialihkan ke instrumen investasi lain.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono W Widodo mengatakan, pihaknya menghargai keputusan yang dilakukan pihak mana pun mengenai kebijakan investasi di pasar modal.

"Kebijakan investasi dari para pengelola dana publik adalah kebijakan yang independen dan bursa menghargai keputusan dari para pengelola/manajer investasi tersebut," ujar Laksono dalam keterangan tertulis, Rabu (31/3/2021).

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Bakal Kurangi Investasi Saham dan Reksadana 

Mengenai data transaksi investasi BP Jamsostek di BEI, Laksono menyebut bahwa pihaknya tidak bisa membuka data tersebut kepada publik.

"Silahkan ditanyakan ke BPJS TK karena ini bukan data publik yang bisa kami sebarkan ke publik," kata dia.

Dia juga tidak menyebutkan secara detil mengenai dampak dari pengurangan saham dan reksa dana BP Jamsostek terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), mengingat dana yang dikelola lembaga tersebut cukup besar.

"Besar dana kelolaannya tapi sebagian besar di efek bersifat hutang pemerintah dan swasta dan juga deposito," ucapnya.

Berdasarkan laporan keuangan tahun 2019 yang diaudit, dana investasi BP Jamsostek untuk JHT sebesar Rp312 triliun atau 74 persen dari total dana kelolaan. Pada periode tersebut, imbal hasil (return) investasi mencapai Rp29 triliun.

Adapun komposisi investasi BP Jamsostek terbesar ada di obligasi sebesar 65 persen. Lalu kedua ada di saham 14 persen dan terakhir di deposito sebesar 12 persen.

Lalu apa saja saham-saham yang dikoleksi BP Jamsostek? Pada 2019, nilai investasi BP Jamsostek di saham sebesar Rp4,6 triliun dengan rincian pihak berelasi (BUMN) Rp1,7 triliun dan pihak ketiga (nonBUMN) Rp2,9 triliun.

Berikut daftar kode saham plus biaya perolehan dikutip dari laporan keuangan 2019:

BUMN

1. ANTM Rp179 miliar

2. BMRI Rp216 miliar

3. BBNI Rp135 miliar

4. BBRI Rp196 miliar

5. BBTN Rp70 miliar

6. JSMR Rp40 miliar

7. KRAS Rp37 miliar

8. PGAS Rp465 miliar

9. SMGR Rp126 miliar

10. PTBA Rp12 miliar

11. TLKM Rp193 miliar

12. TINS Rp4 miliar

13. WIKA Rp35 miliar

Non BUMN

1. ADRO Rp3 miliar

2. AALI Rp44 miliar

3. ASII Rp201 miliar

4. BBCA Rp126 miliar

5. BSDE Rp5 miliar

6. ITMG Rp94 miliar

7. ICBP Rp60 miliar

8. INDF Rp47 miliar

9. KLBF Rp95 miliar

10. LSIP Rp79 miliar

11. SIMP Rp28 miliar

12. UNVR Rp236 miliar

13. UNTR Rp93 miliar

14. INCO Rp113 miliar

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini