Cara Mengelola Keuangan Usaha Kecil, Pelajari Hal Ini

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Kamis 08 April 2021 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 622 2391523 cara-mengelola-keuangan-usaha-kecil-pelajari-hal-ini-1G4zaKOE8q.jpeg Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA Cara mengelola keuangan usaha kecil harus diketahui para pelaku usaha. Apalagi saat ini bisnis kecil atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai sumber utama pendapatan mereka, baik dengan memanfaatkan skill atau potensi sumber daya yang ada di Indonesia.

Suatu hal yang patut dikhawatirkan adalah tidak jarang ada pelaku usaha yang tidak memiliki dasar pengetahuan keuangan yang kuat. Salah satu pengetahuan fundamental adalah cara mengelola dan pencatatan keuangan yang baik.

Baca Juga:Cara Menghentikan Kebiasaan Berhutang, Cek di Sini

Hal ini tentunya sangat penting bagi pelaku usaha untuk menentukan progres usahanya, apakah maju atau mundur, apakah dia memiliki keuntungan atau malah rugi dari bisnisnya tersebut. Berikut ulasan tips mengelola keuangan bagi pelaku usaha kecil, Kamis (8/4/2021).

Memisahkan pencatatan keuangan pribadi dengan keuangan usaha

Salah satu kesalahan umum para pelaku usaha kecil adalah mereka belum punya pencatatan keuangan yang terpisah antara uang untuk keperluan usaha dan uang pribadi atau rumah tangga. Perencana keuangan Agustina Fitria menekankan hal ini agar pengusaha bisa menentukan bisnisnya rugi atau untung dengan mudah.

“Dari sisi pencatatan keuangan, kebanyakan dari mereka keuangannya masih campur, antara uang sendiri sama uang usahanya, biasanya karena masih butuh modal, beli bahan baku, dia akhirnya pakai uang sendiri. Sehingga tidak jelas keuangan bisnisnya untung atau rugi,” ujar Agustina kepada Okezone, Kamis (8/4/2021).

Baca Juga: 5 Prinsip Melakukan Pembayaran Kartu Kredit

Sama halnya dengan Perencana Keuangan Eko Endarto. Dia mengatakan keduanya harus dipisah pencatatannya, dan ketika terpakai satu sama lain, harus dianggap sebagai utang sehingga ada kewajiban untuk mengembalikan uangnya.

“Paling dasar sekali adalah harus memisahkan keuangan pribadi dengan uang usaha. Ketika ada masalah di keuangan usaha, sebenarnya boleh saja pakai uang pribadi tapi itungannya utang, begitu pun sebaliknya kalau ada masalah keuangan pribadi bisa pakai uang usaha,” jelas Eko.

Sesuaikan pengeluaran tidak boleh lebih besar dari pemasukan

Eko Endarto menjelaskan, pelaku usaha kecil harus mengendalikan pengeluaran, karena pengeluaran itu tidak ada batasnya, sedangkan pemasukan ada batasnya. Oleh sebabnya jangan pernah mengejar pemasukan untuk disesuaikan dengan pengeluaran, karena hal tersebut tidak akan ada habisnya.

“Setiap pengeluaran harus dikompensasi dengan pemasukan, kalau tidak gitu bisnis akan hancur, jadi setiap ada pengeluaran harus ada pemasukan sebagai penggantinya, sehingga pengusaha akan berpikir dua kali untuk melakukan pengeluaran kalau mereka tidak punya pengganti pemasukannya,” papar Eko.

Tentukan jadwal pemasukan bagi keuangan pribadi

Setelah melakukan pencatatan keuangan dengan benar, baik memisahkan uang pribadi dan uang usaha, serta mencatat pemasukan dan pengeluaran, langkah yang harus dilakukan pengusaha adalah menentukan sistem pendapatan bagi keluarga dari hasil usaha.

“Kalau pencatatannya sudah terpisah berarti kan tergantung nih dia mau mendapatkan hasil bisnisnya dengan bentuk gajian, jadi setiap bulan dia harus dapat uang dari bisnisnya sekian persen, atau nanti saja misal setelah setahun kemudian,” ucap Agustina.

Sistem pendapatan tersebut, menurut Agustina, akan memengaruhi pengelolaan keuangan pribadi keluarga. Dengan jadwal yang teratur, pelaku usaha bersama keluarganya bisa membuat anggaran keuangan yang jelas, misal untuk pengeluaran sekolah anak, rumah tangga, atau keperluan lainnya.

Selalu ingat bisnis adalah sebuah proses

Pengusaha sebaiknya tidak terburu-buru dalam melaksanakan sebuah bisnis. Menurut Eko, bisnis adalah sebuah proses, berbeda dengan menjadi karyawan yang memiliki gaji tetap.

“Selalu ingat bahwa bisnis itu adalah sebuah proses, berbeda dengan menjadi karyawan yang bisa gajian tiap bulannya, bisnis tidak bisa jadi kita harus ikuti prosesnya sehingga bisnis bisa membuahkan hasil ke depannya,” kata Eko.

Menurut Agustina, sebelum mengembangkan bisnis, pengusaha harus pastikan kebutuhan dasar keluarga terpenuhi, setelah itu menabung untuk dana darurat dalam bentuk yang aman dan likuid, setelah itu siapkan dana kesehatan, karena bisnis bisa jalan kalau pemiliknya sehat.

“Kalau bisnis sudah stabil tinggal pilih investasi mau ke mana, mau gedein usahanya misal nambah outlet, atau investasi untuk diversifikasi, kalau usaha itu kan aset real, dia bisa investasi di bidang keuangan biar lebih likuid, soalnya kalau sewaktu-waktu butuh uang, misal di obligasi atau deposito yang lebih mudah dicairkan,” ujar Agustina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini