Restrukturisasi Kredit Hampir Rp1.000 Triliun, Kondisi Bank Aman?

Hafid Fuad, Jurnalis · Minggu 02 Mei 2021 09:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 02 320 2404171 restrukturisasi-kredit-hampir-rp1-000-triliun-kondisi-bank-aman-ckH1kUZ4EB.jpg Kredit (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) update restrukturisasi kredit sudah nyaris menyentuh Rp1.000 triliun atau tepatnya Rp999,7 triliun. Dari total restrukturisasi kredit tersebut mayoritas merupakan segmen UMKM sebanyak 6,17 juta pelaku usaha.

Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK Anung Herlianto mengkhawatirkan dampak pandemi Covid-19, khususnya penyelesaian kredit bank yang direstrukturisasi sejak terjadinya pandemi.

"Apakah akan survive saat Maret nanti, ketika POJK Nomor 48 Tahun 2020 berakhir? Ini hanya pain killer sementara dan akan tetap ada korban berjatuhan nanti. Sama seperti pasien covid19 tidak semuanya selamat walaupun masuk ICU," kata Anung dalam diskusi bersama media massa di Hotel Alana Sentul Bogor (1/5/2021).

Baca Juga: Bank Kuat Lawan Krisis tapi Tak Berdaya Hadapi Jahatnya Covid-19 

Dia mengatakan hingga bulan kemarin modal perbankan masih sangat memadai. Dalam stress test yang dilakukan diperkirakan hanya 7-12% nasabah yang akan bermasalah. Sementara dampaknya membuat permodalan turun 1-2 persen saja. "Jadi hingga bulan kemarin hasil tes menunjukkan turun modal bank relatif kecil. Jadi masih relatif kuat," jelasnya.

Profil risiko lembaga jasa keuangan pada Maret 2021 masih relatif terjaga dengan rasio NPL gross tercatat sebesar 3,17 persen (NPL net: 1,02 persen) dan rasio NPF Perusahaan Pembiayaan Maret 2021 turun menjadi 3,7 persen (Februari 2021: 3,9 persen).

Rasio nilai tukar perbankan dapat dijaga pada level yang rendah terkonfirmasi dari rasio Posisi Devisa Neto Maret 2021 sebesar 2,11 persen, jauh di bawah ambang batas ketentuan sebesar 20 persen.

Sementara itu, likuiditas perbankan berada pada level yang memadai. Rasio alat likuid/non- core deposit dan alat likuid/DPK per 21 April 2021 terpantau masing-masing pada level 162,69 persen dan 35,17 persen, di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

Permodalan lembaga jasa keuangan sampai saat ini tetap terjaga pada level yang memadai. Capital Adequacy Ratio perbankan tercatat sebesar 24,18 persen. Risk-Based Capital industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing sebesar 667 persen dan 348 persen, jauh di atas ambang batas ketentuan sebesar 120 persen. Begitupun gearing ratio perusahaan pembiayaan yang sebesar 2,03 persen, jauh di bawah batas maksimum 10 persen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini