Jaga Stabilitas Harga, BI Kawal Ketat Inflasi Lebaran

Hafid Fuad, Jurnalis · Senin 03 Mei 2021 20:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 320 2405029 jaga-stabilitas-harga-bi-kawal-ketat-inflasi-lebaran-TFqSQe93iD.jpg Bank Indonesia (Okezone)

JAKARTA - Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada April 2021 tercatat sebesar 0,13% (mtm) atau meningkat inflasi bulan sebelumnya 0,08% (mtm). Perkembangan ini dipengaruhi oleh peningkatan inflasi kelompok inti dan administered prices, di tengah perlambatan inflasi kelompok volatile food. Dilihat secara tahunan, inflasi IHK April 2021 naik 1,42% (yoy), sedikit lebih tinggi dari inflasi bulan lalu sebesar 1,37% (yoy).

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan Bank Indonesia tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. "Ini guna menjaga inflasi 2021 sesuai kisaran targetnya sebesar 3,0% ± 1%. Koordinasi dengan Pemerintah tersebut termasuk untuk menjaga inflasi pada bulan Ramadan dan hari raya Idulfitri 1442 H," ujar Erwin di Jakarta (3/5/2021).

 Baca juga: Harga Naik, Masyarakat RI Tetap Borong Emas

Kelompok inti pada April 2021 mencatat inflasi 0,14% (mtm), meningkat dari realisasi bulan sebelumnya yang tercatat deflasi 0,03% (mtm). Peningkatan inflasi inti tersebut didorong oleh tekanan inflasi komoditas emas perhiasan seiring kenaikan harga emas global dan peningkatan permintaan musiman selama Ramadan.

Secara tahunan, inflasi inti tercatat sebesar 1,18% (yoy), sedikit menurun dibandingkan dengan inflasi Maret 2021 sebesar 1,21% (yoy). "Inflasi inti yang masih rendah tidak terlepas dari pengaruh permintaan domestik yang belum kuat. Namun tetap ada stabilitas nilai tukar yang terjaga, dan konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi," jelasnya.

  Baca juga: Inflasi April 2021 Diprediksi 0,17%

Pada kelompok volatile food mengalami inflasi 0,15% (mtm) pada April 2021, melambat dari bulan sebelumnya yang tercatat inflasi sebesar 0,56% (mtm). Perlambatan tersebut didorong oleh deflasi komoditas hortikultura dan beras seiring masuknya masa panen.

Perlambatan inflasi volatile food yang lebih dalam tertahan oleh inflasi komoditas daging ayam ras dan minyak goreng akibat peningkatan permintaan selama Ramadan dan kenaikan harga global Crude Palm Oil. "Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food sebesar 2,73% (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 2,49% (yoy)," tambahnya.

Kelompok administered prices pada April 2021 mencatat inflasi sebesar 0,11% (mtm), meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,02% (mtm). Perkembangan ini didorong oleh peningkatan harga rokok, terutama rokok kretek filter, seiring transmisi kenaikan cukai hasil tembakau yang berlanjut, serta kenaikan inflasi bahan bakar rumah tangga. Secara tahunan, kelompok administered prices mengalami inflasi sebesar 1,12% (yoy), lebih tinggi dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,88% (yoy).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini