Target Ekonomi Tumbuh 7%, Jokowi: Caranya ya Covidnya Diselesaikan!

Dita Angga R, Jurnalis · Kamis 20 Mei 2021 11:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 20 320 2412770 target-ekonomi-tumbuh-7-jokowi-caranya-ya-covidnya-diselesaikan-BcFq5L65nT.jpg Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com/Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II di atas 7%. Namun untuk merealisasikan hal tersebut, syaratnya Covid-19 harus diselesaikan.

“Kuartal kedua berarti April, Mei, Juni target kita kurang lebih 7%. Gimana caranya? Caranya ya Covidnya selesaikan,” katanya dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (20/5/2021).

Baca Juga: Lebaran Jadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II

Menurutnya, jika covid dapat ditangani maka akan memunculkan kepercayaan diri. Meskipun tak mudah tapi Jokowi yakin target tersebut bisa mencapainya.

“Sehingga orang percaya diri untuk konsumsi, untuk ada demand. Sehingga produksinya bergerak. Hati-hati kurang lebih 7% plus itu bukan barang mudah. Tapi saya meyakini Insya Allah bisa,” ungkapnya.

Baca Juga: Ekonomi RI Boleh Minus tapi Masih Lebih Baik dari Negara Lain, Benar?

Hal ini berlaku untuk semua daerah di Indonesia karena pertumbuhan ekonomi nasional merupakan agregat pertumbuhan ekonomi daerah. Dia mengatakan salah satu daerah yang pertumbuhannya sudah positif adalah Provinsi Riau pada kuartal I sebesar 0,41.

“Jadi harus optimis. Covidnya ini beresin. Kalau diberesin melompat di atas 7. Kalau bisa beresin. Di kuartal kedua, kuartal ketiga akan lebih mudah lagi,” tuturnya. 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato optimis ekonomi kuartal II tahun ini terus membaik. Apalagi di kuartal II ada momen Ramadhan dan Idul Fitri.

Airlangga memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa berada di level 4,5% sampai 5,3%. Sementara di kuartal II, ekonomi diperkirakan tumbuh hingga 7% setelah terkontraksi 0,74% di kuartal I-2021.

"Untuk kuartal II, bersamaan dengan Hari Raya Idul Fitri, hampir tiap tahun mengalami kenaikan. Itu menjadi dorongan bahwa di kuartal II relatif lebih baik dan sesuai dengan prediksi berbagai lembaga," kata dia dalam video virtual.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini