Share

Pengenaan Biaya Cek Saldo dan Tarik Tunai di ATM Link Dikabarkan Ditunda

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Sabtu 29 Mei 2021 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 29 320 2417281 pengenaan-biaya-cek-saldo-dan-tarik-tunai-di-atm-link-dikabarkan-ditunda-FQwrFAZd5C.jpg ATM Link (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pengenaan biaya cek saldo dan tarik tunai di ATM Link milik Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) dikabarkan ditunda. Sebelumnya, kebijakan tersebut mulai berlaku pada 1 Juni 2021.

Meski demikian, kabar tersebut belum disampaikan secara resmi pihak Kementerian BUMN ataupun manajemen Bank Himbara. MNC Portal Indonesia pun mencoba mengkonfirmasi kabar tersebut, namun belum mendapat penjelasan pihak terkait.

MNC Portal Indonesia sudah menghubungi Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan Staf Ahli Menteri BUMN Arya Sinulingga. Namun, belum ada jawaban.

Baca Juga: Himbara Digugat Gegara Cek Saldo di ATM Link Berbayar 

Informasi penundaan sendiri dikarenakan pertimbangan sosialisasi. Dengan kata lain, manajemen Bank BUMN menginginkan agar kebijakan pengenaan biaya cek saldo dan tarik tunai dapat tersampaikan secara merata di masyarakat, khususnya nasabah bank pelat merah tersebut.

Adapun kebijakan tersebut akan diterapkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Di mana, biaya cek saldo dikenakan sebesar Rp2.500, sedangkan transaksi tarik tunai sebesar Rp5.000. Sementara biaya transfer antar bank tidak mengalami perubahan atau tetap di angka Rp4.000.

Di kesempatan terpisah, Ekonom sekaligus pengamat perbankan, Ryan Kiryanto mencatat, kebijakan Himbara itu merupakan keputusan yang harus dihormati. Sebab, langkah tersebut diambil untuk kebaikan nasabah perbankan BUMN itu sendiri.

"Pemberlakuan tarif ATM Link merupakan kebijakan bank-bank Himbara yang tergabung dalam ATM bersama bernama Link. Kebijakan ini harus kita hormati karena tentunya dengan pertimbangan untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada nasabahnya, sebagaimana disampaikan secara terbuka oleh pejabat bank-bank tersebut," ujarnya.

Namun, pilihannya kembali kepada masing-masing nasabah, apakah mereka tetap menggunakan ATM Link atau ATM non-Link. "Kemungkinan saja tarifnya sama atau bahkan lebih tinggi, silahkan saja. Pilihan ada pada nasabah atau konsumen bank," tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini