Bansos Selamatkan 4,7 Juta Orang Indonesia dari Kemiskinan

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 17 Juni 2021 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 320 2426568 bansos-selamatkan-4-7-juta-orang-indonesia-dari-kemiskinan-pCWcTHcqEd.jpg Penyaluran Bansos Selamatkan Orang Indonesia dari Kemiskinan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bank Dunia menilai penyaluran bantuan sosial yang digelontorkan pemerintah Indonesia dapat mengurangi risiko kemiskinan yang meningkat.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Satu Kahkonen mengatakan, mempertahankan paket bantuan sosial pada tahun 2021 berpotensi membuat 4,7 juta orang Indonesia keluar dari kemiskinan.

"Edisi laporan ini juga melihat kemungkinan bagi Indonesia untuk meningkatkan pekerjaan dengan produktivitas yang lebih tinggi dan partisipasi ekonomi perempuan," kata Satu di Jakarta, Kamis (17/6/2021).

Baca Juga: Kena PHK dan Pariwisata Sepi, Harapan Satu-satunya Bansos Tunai

Meskipun pertumbuhan konsumsi dan investasi melambat selama kuartal pertama tahun 2021, sentimen konsumen dan penjualan ritel mulai membaik selama kuartal kedua menunjukkan momentum pertumbuhan yang lebih kuat.

“Mempercepat peluncuran vaksin, memastikan pengujian yang memadai dan langkah-langkah kesehatan masyarakat lainnya, dan mempertahankan dukungan moneter dan fiskal yang kuat dalam waktu dekat sangat penting untuk mendorong pemulihan Indonesia,” katanya.

Baca Juga: BLT UMKM Rp1,2 Juta, Cek Penerima di eform.bri.co.id/bpum

Dalam kesempatan yang sama, Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia Habib Rab mengatakan reformasi paralel untuk memperkuat iklim investasi, memperdalam pasar keuangan, dan meningkatkan ruang fiskal untuk keberlanjutan dan pertumbuhan jangka panjang akan menjadi penting untuk lebih membangun kepercayaan konsumen dan investor

"Indonesia telah mengurangi kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan tenaga kerja selama dekade terakhir. Tahap selanjutnya adalah menciptakan lapangan kerja kelas menengah yang lebih produktif, memperoleh pendapatan lebih tinggi, dan memberikan manfaat sosial,” katanya.

Sementara risiko krisis telah memperburuk tantangan ketenagakerjaan Indonesia, ini juga merupakan peluang untuk mengatasi hambatan daya saing dan inklusi untuk menciptakan lapangan kerja kelas menengah dan memperkuat partisipasi perempuan dalam perekonomian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini