Tarik Investor Migas, RI Bersaing Negara Penghasil Minyak Dunia

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 17 Juni 2021 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 320 2426618 tarik-investor-migas-ri-bersaing-negara-penghasil-minyak-dunia-I7jQBIzoss.jpg RI Gencar Cari Investor Migas. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif terus berusaha menciptakan iklim investasi yang menarik guna mencapai target produksi minyak bumi sebesar 1 juta barel per hari dan 12 miliar kaki kubik per hari gas bumi (BSCFD) pada 2030.

"Tren global dan lokal yang muncul, seperti revolusi minyak serpih (shale oil) di Amerika Serikat, transisi energi, pandemi Covid dan harga minyak yang rendah telah menciptakan pasar yang sangat kompetitif untuk mendapatkan investasi di bisnis hulu migas," kata Arifin di Jakarta, Kamis (17/6/2021).

Baca Juga: Target Produksi 1 Juta Barel Bisa Tercapai, Asal...

Menurut perusahaan konsultan migas seperti Woodmac, IHS atau Rystad, Indonesia dianggap sebagai tempat yang menarik untuk investasi. Daya tarik tersebut lebih didorong oleh prospek sumber daya migas. Sementara, pada sistem fiskal dan risiko minyak dan gas, terdapat begitu banyak ruang untuk perbaikan.

"Kita harus membangun kesadaran bahwa kita sedang bersaing dengan negara-negara penghasil minyak lain di seluruh dunia untuk mendapatkan investasi dan oleh karena itu kita harus memperbaiki iklim investasi kita," katanya.

Baca Juga: Cara RI Tahan Penurunan Produksi Migas Blok Cepu

Arifin juga menjelaskan bahwa Kementerian ESDM hari ini akan mengumumkan Penawaran Wilayah Kerja (WK) Migas Konvensional Tahap I Tahun 2021 yang akan diumumkan oleh Dirjen Migas. "Untuk meningkatkan iklim investasi dan menarik investor, Pemerintah Indonesia akan meluncurkan Syarat dan Ketentuan baru yang diharapkan lebih kompetitif dan menyukseskan Putaran Lelang tahun ini," jelas Arifin.

Guna mewujudkan hal tersebut dirinya mengajak seluruh pemangku kepentingan berkontribusi dalam mengembangkan sektor migas Indonesia. "Kita harus membangun kemitraan strategis antara Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat," tandasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini