8 Jurus RI Kembangkan Energi Terbarukan

Antara, Jurnalis · Kamis 24 Juni 2021 22:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 24 320 2430552 8-jurus-ri-kembangkan-energi-terbarukan-jVBUGidSsj.jpg Pengembangan Energi Terbarukan (Foto: Okezone/BUMN)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyiapkan delapan jurus dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi pembangkit listrik nasional.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari mengatakan kedelapan strategi tersebut antara lain pengembangan smart grid, revisi grid code, pengembangan PLTS atap, dan penyusunan Rancangan Peraturan Presiden mengenai energi baru terbarukan.

Baca Juga:  Menko Airlangga: The Centre of Future Knowledge Mendukung Dunia Bisnis yang Lebih Baik

"Pemerintah mendorong co-firing PLTU dengan biomassa, serta dedieselisasi atau konversi pembangkit listrik diesel ke pembangkit listrik yang lebih ramah lingkungan," kata Ida dilansir dari Antara, Kamis (24/6/2021).

Dia juga menjelaskan bahwa pemerintah mendorong program renewable energy-based economic development (REBED), yaitu program penggunaan energi bersih untuk memacu perekonomian wilayah termasuk di daerah 3T melalui pengembangan microgrid.

Baca Juga: Investasi Negara G7 Lebih Banyak ke Energi Fosil Dibanding EBT, Kok Bisa?

Selain itu, pemerintah juga mendorong program renewable energy-based industry development (REBID), yaitu melalui pengembangan potensi pembangkit listrik tenaga air dan panas bumi skala besar yang terintegrasi dengan pengembangan industri.

Sejalan dengan upaya Kementerian ESDM dalam mendorong pengembangan energi baru terbarukan, lanjut Ida, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) juga telah menyusun draf Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2021-2030.

Dalam draft RUPTL yang baru tersebut porsi energi ramah lingkungan meningkat menjadi 48% dari sebelumnya berada pada kisaran 30%.

Pakar Ketenagalistrikan Institut Teknologi Bandung Nanang Hariyanto menyampaikan pentingnya pengembangan energi baru terbarukan dalam pembangkitan listrik.

“Kita tidak boleh melupakan anak-cucu yang juga harus ikut menikmati energi ini. Kalau sekarang kita ambil cadangan-cadangan batu bara berarti kita ambil tabungan, jadi itu harus dikurangi besar-besaran sehingga kita bisa memanfaatkan energi baru terbarukan,” ujar Nanang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini