IPO Unicorn, BEI Harap Tarik Investor dan Naikkan Bobot Saham RI

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 29 Juni 2021 18:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 278 2432782 ipo-unicorn-bei-harap-tarik-investor-dan-naikkan-bobot-saham-ri-n6JhY1MZPi.jpg BEI (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berharap dengan masuknya perusahaan-perusahaan rintisan (startup) unicorn di pasar modal Indonesia bisa meningkatkan pembobotan saham Indonesia. Diketahui beberapa startup unicorn akan melantai di Bursa seperti Bukalapak dan Tokopedia.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, Laksono W. Widodo mengatakan, dengan startup unicorn melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) dapat menambah jumlah investor di Indonesia, baik investor ritel, institusi, domestik, dan asing.

"Dengan pertambahan investor ini tentunya kami harapkan rata-rata transaksi harian kita bisa meningkat sehingga meningkatkan likuiditas market kita," ujar Laksono dalam video conference RUPST BEI, Selasa (29/6/2021).

Baca Juga: Pendapatan Naik, BEI Raup Laba Bersih Rp487 Miliar pada 2020

Laksono menambahkan, dengan semakin tingginya likuiditas market pasar modal Indonesia dan semakin banyaknya pilihan investasi yang ada di BEI diharapkan juga pembobotan saham Indonesia di Morgan Stanley Capital International (MSCI), indeks-indeks regional maupun internasional bisa meningkat.

Baca Juga: Tahap Finalisasi, BEI Harap Aturan Multiple Voting Shares Segera Diterbitkan

"Seperti kita ketahui Indonesia dan juga banyak negara berkembang seperti Filipina dan Thailand itu pembobotan MSCI nya agak turun karena semakin besarnya bobot dari Cina itu karena walaupun secara ekonomi maupun teknologi mereka sudah dianggap negara maju, cuma secara pasar modal mereka masih dianggap negara berkembang," kata dia.

Dia menuturkan, dengan IPO yang dilakukan perusahaan asal Saudi Arabia, Saudi Aramco turut menggerus pembobotan saham Indonesia dan negara Asean lainnya di MSCI.

"Juga ada IPO baru Saudi Aramco dari Arab Saudi yang tentunya menggerus pembobotan negara-negara seperti Indonesia dan negara tetangga lain di Asean, sehingga harapannya dengan ada pilihan baru di Pasar Modal Indonesia dengan size yang besar akan terjadi peningkatan di pembobotan MSCI untuk Indonesia," ucapnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini