Vaksinasi Gotong Royong Individu, Perusahaan Swasta Belum Dilibatkan

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 13 Juli 2021 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 320 2439829 vaksinasi-gotong-royong-individu-perusahaan-swasta-belum-dilibatkan-IvKHtISRE4.jpg Perusahaan Bakal Dilibatkan Vaksin Berbayar. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah membuka kesempatan perusahaan swasta melaksanakan vaksinasi gotong royong individu atau berbayar. Namun dalam pelaksanaan dan harga vaksin masih belum ditetapkan.

PT Bio Farma (Persero) selaku Induk Holding BUMN Farmasi yang ditugaskan melakukan pengadaan dan memproduksi vaksin Covid-19 belum membuka komunikasi dengan perusahaan swasta terkait vaksin gotong royong individu.

"Belum ada (komunikasi harga dengan swasta)," ujar Juru Bicara Bio Farma Bambang Heriyanto, saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Selasa (13/7/2021).

Baca Juga: Syarat Perusahaan Bisa Vaksinasi Gotong Royong dengan Faskes Sendiri

Bambang mencatat, pelaksanaan vaksinasi gotong royong individu akan diperluas kepada korporasi swasta dengan pertimbangan kepemilikan fasilitas kesehatan (Faskes).

Faskes tersebut menjadi syarat yang sudah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor Nomor 19 Tahun 2021.

Baca Juga: Tangani Lonjakan Covid-19, Bio Farma Beli 60 Ribu Remdesivir dari India

Adapun faskes yang dimaksud adalah cool room, vaksinator, izin dari Kemenkes, dan sejumlah prosedur pelayanannya.

Untuk memperoleh akses tersebut, manajemen perusahaan harus mengajukan kepada Bio Farma. Dalam prosesnya, Holding BUMN Farmasi akan melakukan pengkajian ulang.

"Jadi fasilitas kesehatan yang swasta juga boleh, asal memenuhi persyaratan, sepanjang dia tidak menjalankan program vaksinasi pemerintah. Jadi tidak ada hal yang khusus," katanya.

Vaksinasi gotong royong untuk individu merupakan program vaksinasi gotong royong yang diperluas melalui Permenkes Nomor Nomor 19 Tahun 2021. Jika sebelumnya pelaksanaan vaksinasi gotong royong dilaksanakan oleh perusahaan berbadan hukum atau badan usaha (BUMN), untuk karyawan dan keluarganya.

Kini, pemerintah memperluas pelayanan melalui fasilitas kesehatan yang dimiliki BUMN dan swasta untuk difokuskan kepada masyarakat secara individu.

"Sekarang diperluas, ada perubahan atau perluasan target atau sasarannya," katanya.

Adapun vaksin Sinopharm menjadi jenis vaksin yang digunakan dalam vaksinasi gotong royong individu. Bambang menyebut, jenis vaksin yang digunakan harus berbeda dengan vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi pemerintah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini