Kisah Miliarder Richard Branson Terbang ke Luar Angkasa

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Selasa 13 Juli 2021 06:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 455 2439707 kisah-miliarder-richard-branson-terbang-ke-luar-angkasa-VZ4Y8WHSR0.jpg Trip Luar Angkasa ala Richard Branson (Foto: Virgin Galactic)

JAKARTA - Miliarder Sir Richard Branson sukses terbang tinggi di atas New Mexico Amerika Serikat dengan roket yang telah dikembangkan selama 17 tahun. Perjalanan itu, menurut dia, "pengalaman seumur hidup".

Dia kembali ke Bumi dengan selamat setelah sekitar satu jam lepas landas.

"Saya telah memimpikan momen ini sejak saya masih kecil, tapi jujur saja, tidak ada yang bisa mempersiapkan Anda untuk memandang Bumi dari angkasa luar," katanya dalam konferensi pers setelah penerbangan tersebut.

Baca Juga:  Elon Musk Kepincut Naik Virgin Galactic Milik Richard Branson

"Perjalanan ini sungguh merupakan keajaiban," kata dia dilansir dari BBC, Selasa (13/7/2021).

Perjalanan ini juga menjadikan Sir Richard pionir turisme ruang angkasa baru yang menjajal sendiri roketnya, mengalahkan Jeff Bezos dari Amazon dan Elon Musk dengan SpaceX. Ketinggian yang dicapai Sir Richard dengan pesawat roket yang dinamai Unity itu 85 kilometer (282.000 kaki; 53 mil).

Baca Juga: Trip Luar Angkasa ala Miliarder Richard Branson, Segini Harga Tiketnya

Dalam misi tersebut, pengusaha ini ditemani oleh dua orang pilot, Dave Mackay dan Michael Masucci, dan tiga karyawan Galactic - Beth Moses, Colin Bennett, dan Sirisha Bandla. Tiga orang yang disebut belakangan bersama Sir Richard berkendara di sayap astronaut komersial setelah penerbangan oleh mantan komandan stasiun luar angkasa dan astonaut Kanada, Chris Hadfield.

Sir Richard mengatakan, penerbangan yang dilakukannya itu adalah tes untuk pengalaman pariwisata ruang angkasa yang diharapkan bisa mulai ditawarkannya ke publik tahun depan.

Mengenal Sirisha Bandla, perempuan India yang turut terbang dengan Virgin Galactic

India merayakan penerbangan luar angkasa Sirisha Bandla, perempuan keturunan India yang masuk dalam tim Sir Richard Branson, dalam penerbangan ke tepi angkasa luar. Bandla adalah perempuan India kedua yang berhasil terbang ke luar angkasa setelah Kalpana Chawla, yang tewas saat pesawat ulang-alik Columbia mengalami kecelakaan ketika kembali ke Bumi pada 2003.

Bandla, yang sejak muda telah menunjukkan ketertarikan pada antariksa, bekerja sebagai wakil presiden untuk urusan pemerintahan di Virgin Galactic. Kakeknya mengatakan kepada kantor berita Reuters, "Sejak kecil, dia selalu terpesona dengan langit, melihat langit, luar angkasa, ingin masuk luar angkasa dan melihat ada apa di sana".

Di awal bulan ini, Bandla mengumumkan melalui Twitter bahwa dia akan menjadi bagian dari lima orang yang akan mengendarai pesawat Unity. Kehadirannya dalam penerbangan bersejarah ini menimbulkan kegembiraan di India, terutama di negara bagian Andhra Pradesh, tempat kelahirannya.

Segera setelah roket berhasil kembali ke Bumi, ucapan selamat mengalir di media sosial, termasuk dari Wakil Presiden Venkaiah Naidu.

"Saya membawa buku catatan dan menulis 30 atau 40 hal-hal kecil yang dapat membuat pengalaman mereka yang akan berwisata ke luar angkasa dengan kami lebih baik," ujar Sir Richard.

"Satu-satunya cara Anda bisa menulis catatan kecil ini adalah bila Anda naik pesawat dan pergi ke luar angkasa dan mengalaminya sendiri."

Sekitar 600 orang sudah membayarkan uang muka untuk tiket wisata angkasa luar ini, yang harganya sekitar USD250.000 (sekitar Rp3,6 miliar). Mereka adalah orang-orang yang ingin mencapai ketinggian di mana mereka dapat melihat langit menghitam dan mengagumi pemandangan horizon Bumi, yang mulai melengkung dari kejauhan.

Penerbangan ini juga akan membuat mereka merasakan sensasi tanpa bobot selama lima menit, dan mereka akan diizinkan melayang-layang di dalam kabin Unity.

Sir Richard harus menempuh perjalanan panjang untuk sampai ke titik ini.

Dia pertama kali mengumumkan niatnya untuk membuat pesawat luar angkasa pada 2004, dan meyakini dapat mulai menawarkan jasa komersialnya pada 2007. Namun kesulitan teknis, termasuk kecelakaan fatal pada saat percobaan penerbangan pada 2014, membuat proyek ruang angkasa ini salah satu usaha paling menantang dalam kariernya.

Pariwisata ruang angkasa adalah sektor yang mulai hidup kembali setelah sepuluh tahun terhenti, dan bisnis ini akan menjadi sangat kompetitif. Sepanjang tahun 2000-an, tujuh orang kaya di dunia merogoh banyak uang untuk mengunjungi Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS).

Tapi petualangan ini, yang dikoordinasikan oleh badan antariksa Rusia, berhenti pada 2009. Sekarang, inisiatif-inisiatif baru bermunculan. Sama seperti pendekatan yang dilakukan Sir Richard, beberapa proyek serupa muncul dari pendiri Amazon.com, Jeff Bezos, dan entrepreneur teknologi California, Elon Musk.

Rusia juga berencana membuka kembali penerbangan komersial mereka ke ISS, dan ada juga yang bahkan akan meluncurkan stasiun luar angkasa mereka sendiri untuk dikunjungi wisatawan. Di antaranya adalah Axiom, perusahaan yang didirikan oleh mantan program manajer ISS dari NASA.

Elon Musk pergi ke New Mexico untuk mendukung Sir Richard dan dia mengaku suatu saat ingin mengendarai Unity. Dan setelah penerbangan, Jeff Bezos mengucapkan selamat kepada Sir Richard.

Namun, jelas ada ketegangan dalam hubungan Branson-Bezos.

Pada Jumat, perusahaan angkasa luar Bezos, Blue Origin, mengunggah cuitan yang menyindir pesawat Unity milik Virgin Galactic.

Unggahan itu mengatakan bahwa siapa saja yang terbang dengan roket tersebut akan selamanya memiliki tanda bintang di belakang namanya, karena mereka tidak akan mencapai ketinggian yang "diakui secara internasional" sebagai angkasa luar, garis yang dinamai Garis Kármán yang dimulai dari 100 kilometer.

Meski begitu, pemerintah AS telah lama mengakui batas luar angkasa di ketinggian 80 kilometer dan memberikan penghargaan sebagai astronaut bagi siapa saja yang melampaui ketinggian itu.

Sebelum Minggu (11/07), hanya 580 orang yang pernah mencapai ketinggian itu.

Unity adalah kendaraan sub-orbital. Ini berarti, pesawat ini tidak dapat mencapai kecepatan dan ketinggian yang diperlukan untuk membuatnya terbang di angkasa luar untuk mengitari Bumi.

Pesawat ini didesain untuk memberikan pemandangan menakjubkan bagi para penumpangnya di puncak tertingginya dan memberikan beberapa menit pengalaman tanpa bobot.

Saat peluncurannya, Unity harus dibawa oleh pesawat lain yang lebih besar hingga ketinggian 15 kilometer (50.000 kaki), di mana ia kemudian dilepaskan.

Sebuah mesin roket di bagian belakang Unity kemudian menyala untuk mendorong pesawat tersebut ke arah langit.

Ketinggian maksimal yang bisa dicapai oleh Unity sekitar 90 kilometer, dan para penumpang diperbolehkan melepaskan sabuk pengaman untuk melayang ke dekat jendela.

Unity kemudian akan melipat ekor samping pesawatnya saat turun untuk menstabilkan pesawat sebelum meluncur pulang

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini