Kapitalisasi Pasar Saham Syariah Capai Rp3.372,2 Triliun

Antara, Jurnalis · Kamis 15 Juli 2021 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 278 2441089 kapitalisasi-pasar-saham-syariah-capai-rp3-372-2-triliun-bIZ3JX3euF.jpg Kapitalisasi Pasar saham syariah mencapai Rp3.372 triliun (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kapitalisasi pasar saham syariah mencapai Rp3.372,2 triliun per Juni 2021. Kapitalisasi pasar saham syariah menyumbang 47,32% dari total kapitalisasi indeks harga saham Indonesia.

"Sektor pasar modal syariah adalah bagian yang penting dari keuangan syariah dan juga menunjukkan perkembangan yang cukup baik saat ini," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dilansir dari Antara, Kamis (15/7/2021).

Baca Juga: Duh Kinerja Pasar Modal Syariah Turun Imbas Covid-19

Meski demikian, ia berpendapat, kapitalisasi aset sukuk korporasi dan reksa dana syariah masih tergolong rendah, sehingga perusahaan diharapkan bisa lebih gencar mendiversifikasikan sumber pendanaan investasi melalui sukuk korporasi dengan fitur yang inovatif, untuk menarik minat investor domestik maupun asing.

Saat ini, posisi outstanding sukuk korporasi tercatat hanya senilai Rp32,54 triliun dengan market share 7,44% pada Juni 2021, demikian pula dengan reksa dana syariah yang nilainya hanya Rp39,75 triliun dengan market share 7,28%.

Baca Juga: OJK Lengkapi Infrastruktur Keuangan Syariah

Dengan basis yang masih kecil tersebut, Sri Mulyani berharap perkembangan kapitalisasi kedua aset itu bisa terus berlanjut, melalui pengembangan pasar modal syariah, dengan meningkatkan kedalaman dan likuiditas sektor keuangan syariah.

Dalam konteks ini, pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI) terus bekerja sama dan berkomitmen mengembangkan pasar keuangan syariah dan mengupayakan akselerasi kebijakan serta regulasi dalam menciptakan instrumen agar pasar modal syariah dapat tumbuh stabil dan berkelanjutan

"Tentu ini artinya bisa memberikan ruang berinvestasi yang makin luas bagi masyarakat Indonesia," ujarnya.

Sri Mulyani menegaskan komitmen pemerintah dalam pengembangan pasar modal syariah sangat kuat, maka dari itu penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara menjadi salah satu manifestasinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini