Menguji Ketangguhan IHSG saat PPKM Level 4 Diperpanjang, Cermati Saham AALI hingga GGRM

Aditya Pratama, Jurnalis · Senin 26 Juli 2021 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 278 2445918 menguji-ketangguhan-ihsg-saat-ppkm-level-4-diperpanjang-cermati-saham-aali-hingga-ggrm-XUMp55kG7t.jpg IHSG Diprediksi Melemah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi melemah di tengah perpanjangan PPKM level 4. IHSG akan berada di kisaran 6.071-6.150.

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG bergerak terkoreksi pasca gagal break out resistance 6.150. Momentum indikator stochastic dan RSI masih dalam momentum bullish selama IHSG bertahan di pada level 6.100 dan Moving Average 5 hari dilevel 6.071.

"Pergerakan selanjutnya cukup berat IHSG berpotensi uji support 6.100-6.071 untuk konfirmasi arah pergerakan selanjutnya. Sehingga kami perkirakan IHSG bergerak terkonsolidasi tertekan dengan support resistance 6.071-6.150," ujar Lanjar dalam risetnya, Senin (26/7/2021).

Baca Juga: PPKM Level 4 Diperpanjang, Jokowi Tambah Bansos dan BLT UMKM

Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antarnya; AALI, ANTM, GGRM, LPPF, TPIA, AGII, AKRA, SIMP.

Sebelumnya, IHSG ditutup terkoreksi 35,86 poin atau 0,58 persen ke level 6.101 setelah melemah sepanjang sesi perdagangan. Saham-saham berkapitalisasi besar terkoreksi diakhir pekan dimana BBCA (-1.9%), TLKM (-2.8%), UNVR (-4.5%), CPIN (-3.5%) dan BBRI (-0.8%) turun menjadi laggar pergerakan IHSG. Sektor barang konsumsi primer (-1.82%) memimpin pelemahan disusul sektor Industri (+1.00%) dan infrastruktur (-0.86%) diakhir pekan.

Trigger negatif dari perkembangan kasus covid-19 di Indonesia yang menjadikan Indonesia episentrum di Asia. Diperpanjangnnya PPKM darurat untuk seminggu k edepan juga menyita perhatian investor terhadap potensi kepercayaan bisnis yang mulai menurunkan.

Leader:

ARTO, MASA, BSIM, AGRO, BRIS

Laggard:

BBCA, TLKM, UNVR, CPIN, BBRI

Sementara itu, Ekuitas berjangka di Jepang dan Australia naik sedangkan di Hongkon turun disaat investor melihat eksposur ke raksasa internet China yang menjadi tolak ukur sektor teknologi utama dengan kinerja yang buruk.

Bursa Asia diperkirakan dibuka bervariasi pada hari senin karena investor menimbang penguatan ekuitas di wallstreet akhir pekan lalu yang di dorong oleh pendapatan perusahaan, tindakan keras pemerintah terhadap sektor teknologi di Tiongkok hingga aksi tunggu risalah pertemuan the Fed yang akan datang.

Harga komoditas mayoritas naik dengan harga minyak naik 0.22%, Timah naik 0.93% dan nikel naik 3.22%. Dari dalam negeri investor mencerna dampak dari perpanjangan PPKM darurat sehingga secara sentimen IHSG berpotensi tertekan di awal pekan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini