Bansos Cair Jadi 'Sabuk Pengaman' Kurangi Beban Masyarakat

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 28 Juli 2021 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 320 2447439 bansos-cair-jadi-sabuk-pengaman-kurangi-beban-masyarakat-EHLyhmE350.jpg Bansos Tunai Cair. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bantuan sosial (Bansos) yang diberikan kepada masyarakat dan dunia usaha di tengah pemberlakukan PPKM Level 4 sebagai sabuk pengaman. Di mana bansos tersebut untuk meringankan beban masyarakat dan dunia usaha di tengah pandemi Covid-19.

"Setidaknya dia seperti sabuk Pengaman. Sebagai upaya agar selama PPKM masyarakat tidak menderita atau kelaparan. Untuk mengurangi beban mereka," ujar Pengamat Ketenagakerjaan Universitas Gadjah Mada (UGM) Tadjuddin Noer Effendisaat, Rabu (28/7/2021).

Menurutnya, insentif yang diberikan pemerintah utamanya pada tenaga kerja merupakan bentuk bantuan dan bentuk tanggungjawab terhadap para pekerja.

Baca Juga: Curhat Warga Tak Pernah Dapat Bansos

"Salah satu bentuk tanggungjawab dan kehadiran negara. Kalau orang terdampak PPKM kehilangan penghasilan, tidak bisa mencari nafkah. Jadi sebagai sabuk pengaman," ucapnya.

Dia mengatakan kebijakan PPKM tepat diterapkan di Indonesia. Dibandingkan dengan lockdown, di mana masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas ke luar sama sekali.

"PPKM untuk Indonesia pilihan paling tepat. Orang dibatasi, tapi masih bisa bergerak untuk mencari makan, meski kondisinya minim. Kalau lockdown tidak boleh buka sama sekali. Lockdown malah berbahaya, orang frustasi muncul gejala sosial. Di Australia saja ngamuk orang lockdown," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan sejumlah kebijakan pemerintah di masa perpanjangan PPKM, di mana ada beberapa pelonggaran, bantuan sosial dan insentif untuk dunia usaha.

Baca Juga: Tak Ingin Ada PHK, Pengusaha Ritel Minta BLT Subsidi Gaji dan Gratiskan Biaya Sewa

Untuk kartu sembako diberikan sebesar Rp200 ribu selama 2 bulan untuk 18,8 Juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kartu Sembako PPKM untuk 5,9 Juta KPM Usulan Daerah, sebesar Rp200 ribu per bulan selama 6 bulan.

Perpanjangan BST (Bantuan Sosial Tunai) selama 2 bulan (Mei-Juni) disalurkan di Juli, sebesar Rp6,14 triliun untuk 10 juta KPM.

Melanjutkan Subsidi Kuota Internet selama 5 bulan (Agustus sampai Desember) sebesar Rp5,54 triliun untuk 38,1 juta penerima. Diskon listrik selama 3 bulan (Oktober-Desember) sebesar Rp1,91 triliun untuk 32,6 juta pelanggan.

Bantuan Rekening Minimum Biaya Beban/Abonemen selama 3 bulan (Oktober sampai Desember) sebesar Rp0,42 triliun untuk 1,14 juta pelanggan. Tambahan Rp10 triliun untuk Pra kerja dan BSU (Bantuan Subsidi Upah).

BSU sebesar Rp8,8 triliun dan Tambahan Prakerja sebesar 1,2 triliun. Bantuan Beras 10 Kg untuk 28,8 juta KPM, tahap-1 akan disalurkan ke 20 juta KPM dan tahap-2 disalurkan 8,8 juta KPM.

Penambahan BPUM (Bantuan Produktif Usaha Mikro) sebesar Rp3,6 triliun untuk 3 juta peserta baru Rp1,2 juta. Pemberian Bantuan untuk PKL dan Warung sebesar Rp1,2 triliun untuk 1 Juta Penerima Rp1,2 juta.

Selain itu, ada juga insentif fiskal berupa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Sewa Toko atau Outlet di Pusat Perbelanjaan atau Mall yang akan Ditanggung Pemerintah (DTP), untuk masa pajak Juni sampai Agustus 2021, dan pemberian insentif fiskal untuk beberapa sektor lain yang terdampak

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini