Tinggalkan Dolar AS, RI-Malaysia Sepakat Pakai Mata Uang Lokal

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 02 Agustus 2021 11:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 320 2449480 tinggalkan-dolar-as-ri-malaysia-sepakat-pakai-mata-uang-lokal-yELZJe0ViM.jpg Bank Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) dan Bank Negara Malaysia (BNM) menyepakati penguatan kerangka penyelesaian transaksi menggunakan Rupiah-Ringgit (Local Currency Settlement/LCS antara kedua negara yang telah diimplementasikan sejak 2 Januari 2018.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan penguatan kerangka kerja sama LCS yang semula hanya mencakup transaksi perdagangan kini diperluas mencakup underlying transaksi LCS dengan menambahkan investasi langsung dan income transfer (termasuk remitansi).

Baca Juga: Aliran Modal Asing Masuk RI Rp640 Miliar dalam Sepekan

"Selain itu, penguatan kerja sama LCS antara BI dan BNM tersebut juga meliputi pelonggaran aturan transaksi valas antara lain terkait perluasan instrumen lindung nilai dan peningkatan threshold nilai transaksi tanpa dokumen underlying sampai dengan USD200.000 per transaksi. Penguatan kerangka LCS dalam Rupiah-Ringgit mulai berlaku efektif sejak 2 Agustus 2021," kata Erwin di Jakarta, Senin (2/8/2021).

Baca Juga: Ada Sistem Pembayaran Baru, Ini Penjelasan BI

Penguatan kerangka tersebut sejalan dengan Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh BI dan BNM pada 23 Desember 2016. Strategi penguatan kerangka kerja sama LCS merupakan komitmen yang berkelanjutan dari upaya bersama oleh kedua bank sentral dalam mendorong penggunaan mata uang lokal yang lebih luas kepada pelaku usaha dan individu untuk memfasilitasi dan meningkatkan perdagangan dan investasi langsung antara Indonesia dan Malaysia.

BI dan BNM telah menunjuk beberapa tambahan bank di masing-masing negara sebagai Appointed Cross Currency Dealers (ACCD) untuk mendukung implementasi penguatan kerangka LCS menggunakan Rupiah dan Ringgit.

Secara umum, Bank yang ditunjuk memiliki tingkat ketahanan dan kesehatan yang cukup, pengalaman dalam memfasilitasi perdagangan atau kapasitas dalam menyediakan berbagai jasa keuangan, serta memiliki hubungan kerja sama yang baik dengan bank di negara mitra.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini