Dikabarkan Segera IPO, Mitratel Dapat 'Hibah' 798 Menara Telekomunikasi

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 03 Agustus 2021 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 278 2450042 dikabarkan-segera-ipo-mitratel-dapat-hibah-798-menara-telekomunikasi-HeHwgngVT7.jpg Mitratel Segera IPO pada 2021. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melalui anak usahanya, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) memperkuat bisnis penyediaan menara telekomunikasi. Hal tersebut dilakukan melalui penyertaan modal berupa aset (inbreng) 798 menara telekomunikasi.

Akta Inbreng & Head of Agreement ditandatangani antara Telkom dengan Mitratel, yang dilakukan secara hybrid. Hadir secara fisik dalam acara tersebut Direktur Strategic Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya dan Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko. Sedangkan melalui video conference, hadir Direktur Wholesale & International Service Telkom Bogi Witjaksono dan Direktur Network & IT Solution Telkom Herlan Wijanarko.

Direktur Strategic Portfolio Telkom, Budi Setyawan Wijaya menyampaikan, pengalihan aset (inbreng) menara telekomunikasi yang dilakukan Telkom kepada Mitratel merupakan bagian dari penataan portofolio TelkomGroup serta merupakan bentuk komitmen Telkom untuk menjadikan Mitratel sebagai vehicle sekaligus pemain yang kuat dan menguasai industri tower.

Baca Juga: Bocoran dari Wamen BUMN, Mitratel Segera IPO!

“Industri menara telekomunikasi ini merupakan industri yang sangat prospektif di tengah potensi perkembangan ekonomi digital Indonesia, ditambah pula masuknya teknologi generasi kelima. Dengan langkah ini, TelkomGroup percaya bahwa Mitratel mampu memperkokoh posisinya sebagai pemimpin industri menara telekomunikasi nasional dan memberikan value yang tinggi bagi perusahaan juga para stakeholder," ujar Budi dalam keterangan tertulis, Selasa (3/8/2021).

Selain sebagai upaya penataan portofolio, langkah inbreng menara milik Telkom ke Mitratel juga merupakan salah satu strategi bisnis untuk meningkatkan kapabilitas dari sisi aspek infrastruktur telekomunikasi. Menara-menara yang dialihkan memiliki potensi kolokasi dan tenancy ratio di atas rata-rata industri dengan struktur yang kokoh dan coverage seluruh Indonesia. Inbreng ini menjadi modal yang kuat untuk bisnis menara Mitratel ke depan.

“Bisnis menara telekomunikasi merupakan bisnis yang sangat menjanjikan, mengingat hingga saat ini operator telekomunikasi akan terus berekspansi dalam meningkatkan kualitas jaringan dan memperluas jangkauan layanannya sehingga kami meyakini bisnis menara telekomunikasi masih akan mencatatkan kinerja positif” kata Budi.

Baca Juga: Telkom Targetkan IPO Mitratel Akhir Kuartal III-2021

Sementara itu, Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menyampaikan komitmen Mitratel dalam mendukung penataan portofolio TelkomGroup dengan aksi korporasi ini. "Ke depan, Mitratel berkomitmen untuk mengelola dengan baik aset dan bisnis menara tersebut demi memberikan value terbaik bagi para pemegang saham," ucapnya.

Setelah transaksi pengalihan aset 798 menara ini, Mitratel memiliki lebih dari 24.000 menara telekomunikasi. Hal ini menjadi salah satu langkah TelkomGroup melalui Mitratel untuk mendukung terwujudnya value creation demi mengukuhkan diri sebagai pemain nomor satu di industri menara telekomunikasi Indonesia.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa anak usaha Telkom Indonesia, PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel ditargetkan akan IPO pada akhir kuartal III-2021.

Direktur Utama Telkom Indonesia, Ririek Adriansyah mengatakan, saat ini Perseroan masih terus mempersiapkan IPO Mitratel agar bisa rampung sesuai target.

"Untuk IPO Mitratel saat ini sedang kami persiapkan. Selain persiapan sendiri yang kita targetkan di akhir kuartal III-2021, tapi persisnya kapan IPO memang akan kita lihat situasi di pasar nantinya sebelum kita pastikan IPO," ujar Ririek dalam video conference, Jumat (28/5/2021).

Adapun dalam salah satu persiapan IPO Mitratel, Telkom akan memperkuat portofolio bisnis menara telekomunikasi Telkom Group tersebut.

Seperti diketahui, saat ini Mitratel menopang bisnis perusahaan pada segmen Wholesale & International Business, dimana pada segmen ini terjadi peningkatan pendapatan sebesar 27,3% secara year on year (YoY) menjadi Rp13,5 triliun.

Sementara itu, VP Investor Relation Telkom Indonesia, Andi Setiawan mengatakan, persiapan untuk IPO Mitratel terus dilaksanakan oleh perusahaan itu sendiri dan induk usahanya, yakni PT Telkom Indonesia Tbk.

"Bahwa saat ini kami sedang mempersiapkan IPO Mitratel, dan kami berharap Mitratel sudah siap untuk go public di akhir tahun ini. Adapun untuk timing pelaksanaannya, tentunya kami tetap memperhatikan kondisi pasar," ujar Andi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini