Share

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2021 Diprediksi 3%-4%

Anggie Ariesta, Jurnalis · Jum'at 06 Agustus 2021 21:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 06 320 2452097 pertumbuhan-ekonomi-kuartal-iii-2021-diprediksi-3-4-lEMfHpNCii.jpg Ekonomi Indonesia Kuartal III Diprediksi Menurun (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 3%-4% pada kuartal III 2021. Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi saat ini belum menjadi akhir resesi.

"Pertumbuhan ekonomi memang tetap positif, artinya kita sudah keluar dari resesi, tapi cenderung mengalami penurunan dibandingkan kuartal II 2021. Polanya hampir sama dengan negara lain yang mempertahankan pertumbuhan," kata Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad, di Jakarta, Jumat (6/8/2021).

Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh 7,07%, Wamenkeu: Kita Lihat Ada Optimisme

Menurut Tauhid, kontraksi perekonomian pada kuartal III tahun 2020 tidak sedalam kuartal sebelumnya akan memengaruhi perhitungan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2021. Di samping itu, pertumbuhan ekonomi kuartal III 2021 berpotensi tertahan oleh ketidakpastian akibat penyebaran Covid-19 varian Delta.

"Misalnya PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) level 4 hanya sampai 9 Agustus 2021, mungkin ada peluang ekonomi tumbuh 4 persen. Kalau Agustus (PPKM) diperpanjang lagi, maka sulit mencapai 4 persen di kuartal III 2021," imbuh Tauhid.

Baca Juga: Jurus Sri Mulyani Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III

Tauhid kemudian merekomendasikan pemerintah memprioritaskan penanganan Covid-19. Tracing kasus Covid-19 mesti ditingkatkan untuk menekan laju penyebaran pandemi varian delta ini dan selanjutnya vaksinasi.

"Kedua, vaksinasi menjadi kunci. Percepat pada kuartal terakhir agar bisa pulih lebih cepat dan berkelanjutan," kata Tauhid.

Tauhid juga menyinggung realisasi impor dan ekspor. Apabila ekspor menurun karena penyebaran Covid-19 varian Delta di negara tujuan, Tauhid meminta pemerintah membantu pelaku usaha mendiversifikasi negara tujuan ekspor beserta produknya.

"Bagaimana agar bisa menjaga kontrak yang agak panjang, sehingga penurunan permintaan bisa diantisipasi," ucapnya.

Untuk dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang baru tersalur sekitar 36,1% pada semester I 2021 juga harus didorong. Begitu pula penyaluran dana PEN sektor kesehatan dan perlindungan sosial yang realisasinya masing-masing baru 24,6% dan 43,2%.

"Komponen ini menjadi basis ekonomi masyarakat menengah bawah untuk bisa pulih," tutup Tauhid.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini