Jokowi Targetkan Angka Pengangguran 5,5%, Kemiskinan 8,5%

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 16 Agustus 2021 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 16 320 2456281 jokowi-targetkan-angka-pengangguran-5-5-kemiskinan-8-5-rOlkrGa2EB.jpg Presiden Jokowi Sampaikan Pidato Kenegaraan di Gedung MPR-DPR RI. (Foto: Okezone.com/Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan tingkat pengangguran terbuka berada di level 5,5-6,3%. Tingkat kemiskinan di kisaran 8,5-9,0%, dengan penekanan pada penurunan kemiskinan ekstrem.

Sementara, tingkat ketimpangan, rasio gini berada di kisaran 0,376-0,378, serta indeks pembangunan manusia di kisaran 73,41-73,46.

Baca Juga: Wapres Ungkap Alasan Masih Banyak Pengangguran di Indonesia

"Berbagai kebijakan belanja negara secara keseluruhan diharapkan dapat mendorong tercapainya sasaran pembangunan pada tahun 2022 tersebut," ujar Jokowi dalam pidato kenegaraan perihal keterangan RUU Tentang APBN Tahun Anggaran 2022 beserta Nota Keuangannya, Senin, (16/8/2021).

Pemerintah sudah merencanakan belanja negara dalam RAPBN 2022 sebesar Rp2.708,7 triliun. Adapun rincian meliputi, belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.938,3 triliun, transfer ke daerah dan dana desa senilai Rp770,4 triliun, anggaran kesehatan sebesar Rp255,3 triliun atau 9,4 persen dari belanja negara.

Baca Juga: Tren Pemulihan Ekonomi, Sri Mulyani: Saya Yakin Pengangguran Menurun

Sementara, anggaran perlindungan sosial dialokasikan sebesar Rp427,5 triliun. Untuk peningkatan produktivitas dan kualitas SDM, disiapkan anggaran pendidikan sebesar Rp541,7 triliun.

Untuk pembangunan infrastruktur dianggarkan Rp384,8 triliun. Pembangunan infrastruktur diarahkan untuk mendukung penguatan penyediaan pelayanan dasar, mendukung peningkatan produktivitas melalui infrastruktur konektivitas dan mobilitas.

Kemudian, nenyediakan infrastruktur energi dan pangan yang terjangkau, andal, dan memperhatikan aspek lingkungan, serta pemerataan infrastruktur dan akses Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Jokowi menyebut, untuk mendukung target pembangunan infrastruktur, strategi memadukan anggaran dengan bauran pendanaan atau blended finance akan terus dilakukan.

"Skema KPBU menjadi model pembiayaan yang terus ditawarkan. Bauran pendanaan antara Kementerian/Lembaga, BUMN, dan swasta akan terus diperkuat," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini