Dolar Melesat Didorong Data Penjualan Ritel AS

Antara, Jurnalis · Jum'at 17 September 2021 07:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 278 2472662 dolar-melesat-didorong-data-penjualan-ritel-as-R7SNTeuBaX.jpg Dolar Amerika Serikat Menguat. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Dolar AS mencapai level tertinggi terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya. Dolar AS menguat didorong naiknya data penjualan ritel AS pada Agustus. Hal ini pun meredakan beberapa kekhawatiran tentang perlambatan dalam pertumbuhan ekonomi AS.

Indeks dolar yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang utama saingannya, menambah kenaikannya setelah laporan data penjualan ritel dan terakhir naik 0,5% pada 92,866. Indeks mencapai level tertinggi sejak 27 Agustus.

Penjualan ritel naik 0,7% bulan lalu, sebagian didorong oleh belanja kembali ke sekolah dan pembayaran subsidi kredit pajak untuk anak, sementara data untuk Juli direvisi turun.

Baca Juga: Dolar AS Anjlok, Euro Dekati Level Tertinggi

Sebuah laporan terpisah menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran AS meningkat 20.000 menjadi 332.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 11 September. Para ekonom telah memperkirakan 330.000 klaim untuk minggu terakhir.

"Jika melihat angka penjualan ritel, itu cukup konstruktif, bahkan dengan revisi, jadi kami melihat dolar mendapat manfaat dari itu, terutama terhadap mata uang pendanaan seperti euro, franc Swiss, dan yen," kata Kepala Analis Valas Amerika Utara, Bipan Rai, dikutip dari Antara, Jumat (17/9/2021).

Baca Juga: Dolar Kian Tertekan Data Tenaga Kerja AS

Berita itu dapat meningkatkan ekspektasi investor untuk pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu depan dan seberapa cepat bank sentral AS akan mulai mengurangi stimulus.

"Rasanya seperti kekhawatiran apa pun yang tersisa dengan ekonomi yang mendasarinya, itu sedikit terhanyut. Jadi, saat bergerak menuju The Fed minggu depan, bukti mendukung gagasan bahwa kita akan mendapatkan sinyal tapering (pengurangan pembelian obligasi) dari The Fed pada pertemuan tersebut," katanya.

Pada hari Selasa (14/9/201), indeks dolar jatuh ke level terendah satu minggu di 92,321 setelah laporan inflasi yang lebih rendah dari perkiraan. Indeks terendah untuk bulan ini adalah 91,941, pada tanggal 3 September ketika data penggajian mengecewakan.

Investor mencari kejelasan tentang prospek tapering dan suku bunga pada pertemuan kebijakan dua hari Fed yang berakhir pada hari Rabu (22/9/2021).

Tapering biasanya mengangkat dolar karena menunjukkan The Fed selangkah lebih dekat ke kebijakan moneter yang lebih ketat.

Tapering juga berarti bank sentral akan membeli lebih sedikit aset utang, yang pada dasarnya mengurangi jumlah dolar yang beredar, yang pada gilirannya mengangkat nilai mata uang.

Dolar juga naik 0,3% menjadi 109,70 yen, setelah meluncur ke level terendah enam minggu di 109,110 yen di sesi sebelumnya.

Euro 0,4% lebih rendah pada USD1,1766, franc Swiss juga jatuh terhadap dolar dan terakhir di 0,9263 franc per dolar. Di tempat lain, dolar Australia turun 0,5% pada USD0,7296.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini