Dolar Bergerak Stagnan Jelang Rilis Data Pekerja AS Hari Ini

Antara, Jurnalis · Jum'at 08 Oktober 2021 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 278 2483040 dolar-bergerak-stagnan-jelang-rilis-data-pekerja-as-hari-ini-X51rBV7MtT.jpg Dolar Amerika Serikat. (Foto: Okezone.com)

NEW YORK - Dolar AS stabil terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Para investor pun tengah menanti rilis data pasar tenaga kerja AS yang dapat memberikan petunjuk tentang kapan langkah Federal Reserve (Fed) selanjutnya.

Sebagian besar pasangan mata uang utama bertahan pada kisaran yang lazim, dengan para pedagang enggan memasang taruhan besar sebelum data ketenagakerjaan dirilis.

"Jelang data penggajian non-pertanian (NFP) yang agak khusus telah mengambil alih pasar hari ini," kata Analis Senior Perusahaan Pembayaran Caxton, Michael Brown, dikutip dari Antara, Jumat (8/10/2021).

Baca Juga: Dolar Menguat Menjelang Laporan Gaji Pekerja AS

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang saingannya tidak berubah, diperdagangkan pada 94,199, tidak jauh dari tertinggi satu tahun di 94,504 yang disentuh minggu lalu.

"Saya pikir kita mungkin akan berkisar seperti ini sampai laporan pekerjaan keluar, meskipun demikian setiap pelemahan dolar AS akan memudar mengingat bagaimana tapering pada November terlihat hampir pasti," kata Brown.

Federal Reserve mengatakan kemungkinan akan mulai mengurangi pembelian obligasi bulanannya segera setelah November dan kemudian menindaklanjuti dengan kenaikan suku bunga, ketika peralihan kebijakan krisis pandemi bank sentral AS mendapatkan momentum.

Baca Juga: Dolar AS Melemah 0,2%, Investor Tunggu Data Pekerja AS

Data penggajian non-pertanian akan dirilis hari ini diperkirakan menunjukkan peningkatan berkelanjutan di pasar tenaga kerja, dengan perkiraan 455.000 pekerjaan ditambahkan pada September, jajak pendapat Reuters menunjukkan.

"Pasar tenaga kerja AS yang terus membaik dan pertumbuhan ekonomi AS yang solid akan memberi Federal Reserve lampu hijau untuk mulai membatasi program pelonggaran kuantitatifnya," Kepala Investasi UBS Global Wealth Management, Mark Haefele, mengatakan dalam sebuah catatan.

Dalam seminggu setelah data, dolar cenderung membalikkan sebagian besar keuntungan atau kerugian yang telah terjadi sejak hari rilis NFP, ahli strategi valas mengatakan dalam laporan BofA Global Research pada Kamis (7/10/2021).

Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun minggu lalu, tetapi PHK meningkat dari level terendah 24 tahun pada September, sebagian karena rumah sakit memecat staf yang tidak divaksinasi dan kurangnya pekerja memaksa penutupan fasilitas.

Sterling menguat 0,3% karena sentimen risiko global sedikit membaik dan analis mengatakan prospek kenaikan suku bunga bank sentral Inggris (Bank of England) mengurangi beberapa potensi penurunan mata uang.

Di pasar mata uang digital, Bitcoin, uang kripto terbesar di dunia berdasarkan nilai pasarnya, turun dari level tertinggi hampir lima bulan di USD55.800 yang disentuh pada Rabu (6/10/2021), terakhir diperdagangkan di sekitar USD54.040,48.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini