Dolar Menguat Menjelang Laporan Gaji Pekerja AS

Antara, Jurnalis · Rabu 06 Oktober 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 06 278 2481887 dolar-menguat-menjelang-laporan-gaji-pekerja-as-2GxyyAmt1W.jpg Dolar Amerika Serikat Menguat. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Dolar AS naik tipis pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) atau bertahan di dekat level tertinggi yang tercapai pekan lalu. Dolar AS menguat karena para investor tetap berhati-hati menjelang laporan data pekerja pada akhir pekan yang dapat memberikan petunjuk tentang langkah Federal Reserve (Fed) AS selanjutnya.

Para analis memperkirakan pergerakan di pasar valas kemungkinan besar akan tetap lesu selama sisa minggu ini karena investor menunggu data terbaru di pasar tenaga kerja AS yang dapat membantu memberikan petunjuk apakah Fed akan mulai mengurangi pembelian asetnya sebelum akhir tahun.

Baca Juga: Dolar AS Melemah 0,2%, Investor Tunggu Data Pekerja AS

“Data penggajian non-pertanian (NFP) selalu menjadi penggerak pasar,” kata Wakil Presiden Bidang Perdagangan John Doyle, dikutip dari Antara, Rabu (6/10/2021).

"Hasil yang mengecewakan akan memberikan penutup dovish bagi Fed, tetapi pembacaan yang meledak, dipasangkan dengan kenaikan inflasi yang diperburuk oleh krisis energi akan memberi lebih banyak tekanan pada Fed untuk mulai melakukan tapering dan membantu greenback," kata Doyle.

Baca Juga: Dolar AS Menguat, Yuan China Tertekan ke Level Terendah

Data penggajian non-pertanian Jumat (8/10/2021) diperkirakan menunjukkan peningkatan berkelanjutan di pasar tenaga kerja, dengan perkiraan 488.000 pekerjaan telah ditambahkan pada September, jajak pendapat Reuters menunjukkan.

Indeks dolar AS, yang mengukur mata uang greenback terhadap enam rivalnya, naik 0,2% pada 93,981, bergerak kembali ke arah puncak di 94,504 atau tertinggi sejak akhir September 2020.

“Umumnya, dolar AS mencoba menemukan kisaran baru setelah reli yang kuat pada akhir September. Menurut pendapat saya, reli greenback sudah berlebihan dan kita telah melihatnya melemah selama tiga hingga empat hari terakhir,” kata Doyle.

Dolar Australia yang sensitif terhadap risiko sedikit berubah pada hari setelah bank sentral Reserve Bank of Australia menegaskan kembali bahwa mereka tidak berharap untuk menaikkan suku bunga hingga 2024.

Sterling naik mendekati level tertinggi tiga minggu terhadap euro, pulih dari aksi jual tajam pekan lalu karena para pedagang mengalihkan perhatian mereka kembali ke prospek kenaikan suku bunga di Inggris.

Mata uang kripto menguat, sehari setelah data dari manajer aset digital CoinShares menunjukkan produk dan dana investasi uang kripto mencatat arus masuk selama tujuh minggu berturut-turut, karena investor institusional menyambut pernyataan yang lebih mendukung dari regulator.

Bitcoin, uang krito terbesar di dunia berdasarkan nilai pasar, mencapai USD50.000 untuk pertama kalinya sejak 7 September.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini