Dolar AS Menguat, Yuan China Tertekan ke Level Terendah

Zikra Mulia Irawati, Jurnalis · Selasa 21 September 2021 06:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 278 2474397 dolar-as-menguat-yuan-china-tertekan-ke-level-terendah-Z4YJcb4Q0v.jpg Dolar Amerika Serikat. (Foto: Okezone.com)

NEW YORK - Dolar AS menguat terhadap Yuan China yang melemah ke level terendah pada perdagangan Senin. Hal ini disebabkan kekhawatiran atas dampak solvabilitas pengembang properti, Evergrande yang membuat pasar keuangan takut dan mengangkat mata uang safe-haven seperti dolar AS.

Sentimen pasar diguncang potensi Evergrande, yang mencoba mengumpulkan dana untuk membayar sejumlah pemberi pinjaman, pemasok dan investor. Batas waktu untuk pembayaran bunga USd83,5 juta pada salah satu obligasi yang jatuh tempo Kamis. Selain itu, perusahaan properti ini juga memiliki kewajiban USD305 miliar.

Baca Juga: Dolar AS Anjlok, Euro Dekati Level Tertinggi

Sebenarnya Yuan China menguat ke level tertinggi dalam tiga bulan ke USd6,4226 sebelum berbalik melemah karena kondisi Evergrande memburuk. Langkah itu dipertajam setelah peringatan dari regulator China bahwa kebangkrutan perusahaan dapat memicu risiko yang lebih luas dalam sistem keuangan negara.

Analis Wells Fargo memperkirakan dolar AS akan mencapai level USD6,60 per yuan dalam bulan depan. Yuan Tiongkok lepas pantai terakhir melemah terhadap greenback di USd6,4839.

Baca Juga: Dolar Melesat Didorong Data Penjualan Ritel AS

“Kami melihat penerbangan klasik menuju keselamatan dalam dolar sampai kami mendapatkan kejelasan tentang apakah itu akan menjadi resolusi yang teratur atau tidak teratur untuk Evergrande,” kata Analis Pasar Senior Western Union Business Solutions, Joe Manimbo, dilansir dari Reuters, Selasa (21/9/2021).

Dolar dan mata uang safe-haven lainnya seperti yen dan franc Swiss menguat dengan sentimen risk-off, yang membuat indeks S&P 500 Wall Street melaju untuk persentase penurunan satu hari terbesar dalam 11 bulan.

Indeks dolar naik 0,025%. Dolar juga telah menguat di tengah ekspektasi Federal Reserve akan mulai mengurangi pembelian obligasi bulanan tahun ini, dengan pengumuman kebijakan bank sentral akan dirilis pada hari Rabu.

Selain The Fed, beberapa bank sentral di seluruh dunia akan mengadakan pertemuan kebijakan minggu ini, termasuk dari Swedia, Inggris, dan Norwegia.

Sementara itu, Yen Jepang menguat 0,58% versus greenback di USd109,32, sementara sterling diperdagangkan di USD1,3656 atau turun 0,63% hari ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini