Dolar AS Naik Didorong Data Pekerja dan Properti

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Jum'at 22 Oktober 2021 07:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 278 2489905 dolar-as-naik-didorong-data-pekerja-dan-properti-dcoPNigGDK.jpg Dolar Amerika Serikat. (Foto: Okezone.com)/Reuters)

NEW YORK - Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat.

Dolar AS mengurangi kerugian sebelumnya, didorong data pekerjaan dan perumahan yang lebih baik dan naiknya imbal hasil Treasury AS.

Indeks dolar naik 0,17% ke level 93,76, setelah sebelumnya jatuh ke 93,49. Ini merupakan level tertinggi dalam satu tahun di 94,56 karena meningkatnya taruhan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Baca Juga: Dolar AS Melemah, Investor Cerna Keputusan The Fed

Dolar AS mendapat sentimen positif dari data yang menunjukkan bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran turun ke level terendah 19 bulan pekan lalu. Hal tersebut menunjuk pengetatan pasar tenaga kerja, meskipun kekurangan pekerja dapat menjaga laju perekrutan moderat pada Oktober.

Selain itu, dolar juga mendapat dorongan dari penjualan rumah AS yang meningkat ke level tertinggi dalam delapan bulan terakhir. Meski demikian, harga yang lebih tinggi karena pasokan tetap ketat menekan pembeli pertama kali keluar dari pasar perumahan.

Baca Juga: Dolar Naik ke Level Tertinggi Didorong Imbal Hasil Obligasi AS

"Dolar memudar di awal sesi, meskipun kemudian menemukan pijakannya pada klaim pengangguran yang lebih baik dan data penjualan rumah yang ada lebih baik," kata Direktur Pelaksana Action Economics, Ronald Simpson, dilansir dari Reuters, Jumat (22/10/2021).

Dolar juga didukung karena benchmark imbal hasil Treasury AS 10-tahun naik hingga 1,683% atau tertinggi sejak 13 Mei.

Sementara itu, mata uang yang sensitif terhadap risiko, termasuk dolar Australia, terus melemah bahkan ketika rebound saham di kemudian hari menunjukkan sentimen risiko yang membaik.

Dolar Australia turun 0,67% menjadi USD0,7465 setelah mencapai USD0,7547.

Sedangkan harga Bitcoin terakhir di USD65.193, setelah mencapai rekor tertinggi USD67.017 pada hari Rabu. Permintaan untuk cryptocurrency telah meningkat setelah peluncuran dana yang diperdagangkan di bursa berjangka bitcoin AS pertama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini