JAKARTA - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan bahwa Indonesia akan melanjutkan reformasi perdagangan agar lebih terintegrasi ke dalam ekonomi global.
Hal tersebut disampaikan Mendag dalam acara “Trade, Tourism, and Investment Forum Reviving Global Trade through Strengthening Regional Economic Partnership” yang menjadi bagian dari rangkaian gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-36 Digital Edition yang mengusung tema “Reviving Global Trade”.
“Diharapkan forum ini dapat menghasilkan diskusi tentang tantangan, peluang, dan ide di sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi global. Diharapkan juga, forum ini dapat memberikan perkembangan kebijakan, informasi, dan strategi terkini ketiga sektor tersebut,” kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi lewat keterangannya di Jakarta, Senin (25/10/2021).
Baca Juga: Cerita Sri Mulyani soal Pinjaman Bank Meroket karena Krisis Moneter
Untuk itu, lanjut Mendag, Indonesia mendukung ekonomi yang lebih terbuka, melakukan perdagangan secara adil, serta saling menguntungkan untuk mendapatkan pasar yang lebih baik. Menurut Mendag, koherensi kebijakan antara perdagangan, investasi, dan kawasan industri akan secara signifikan menguntungkan global, khususnya pemulihan dan pembangunan ekonomi.
“Perdagangan dan investasi yang tertanam dalam rantai nilai global dan regional adalah alat yang ampuh untuk meningkatkan industrialisasi, pertumbuhan, dan menciptakan kondisi yang berkelanjutan, terutama pascapandemi Covid-19,” ucapnya.
Baca Juga: Wapres Tak Ingin Kehilangan Momentum Pemulihan Ekonomi
Indonesia, lanjut Mendag, memastikan bahwa perdagangan dan investasi internasional dapat berkontribusi efektif terhadap pemulihan ekonomi global. Hari ini adalah momentum untuk menunjukkan kemampuan dalam bekerja sama meningkatkan perdagangan.
“Indonesia akan terus merundingkan perjanjian perdagangan dengan pemikiran yang sama, baik negara besar dan kecil, sebagai upaya untuk posisi yang lebih baik dalam rantai nilai global. Saat ini, Kemendag dalam proses negosiasi 23 kesepakatan perdagangan bilateral dan regional,” kata Mendag.