Share

Menko Luhut dan Erick Thohir Diharapkan Tak Terpengaruh Isu PCR

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Minggu 07 November 2021 10:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 07 320 2497943 menko-luhut-dan-erick-thohir-diharapkan-tak-terpengaruh-isu-pcr-RGQ7w15kcn.jpg Menko Luhut dan Erick Thohir Diharapkan Tak Terpengaruh Isu Bisnis PCR. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bisnis PCR yang diduga melibatkan Menko Luhut dan Menteri BUMN Erick Thohir tengah ramai diperbincangkan publik. Namun, kedua menteri Presiden Jokowi ini diharapkan tak terpengaruh terhadap isu tersebut.

Aktivis Kepemudaan Asal NTB, Karman BM. Karman meyakini Menteri BUMN Erick Thohir dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan tidak terlibat dalam bisnis test PCR seperti yang ramai dibicarakan. 

"Pembangunan opini yang terlalu berlebihan terhadap kedua menteri tersebut, menurut saya terlalu cepat untuk menjustifikasi dan memframing bahwa kedua menteri itu (Luhut dan Erick) bermain illegal dalam test PCR itu," kata Karman, Minggu (7/11/2021).

Baca Juga: Terungkap! 3 Hal yang Bikin Harga Tes PCR di Indonesia Mahal

Karman menjelaskan bahwa opini publik yang diarahkan kepada Luhut dan Erick berbau politis dan kurang etis yang tidak sepantasnya dilakukan. Menurut dia, baik Luhut maupun Erick sudah membantah terkait keterlibatan mereka dalam dugaan kasus yang duduk perkaranya itu belum jelas. 

Baginya sosok Luhut dan Erick Thohir adalah dua sosok yang serius mengawal upaya-upaya pemerintah ketika berperang melawan Pandemi Covid-19. Adapun nantinya jika kasus Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir yang diduga meraup keuntungan dari bisnis tes PCR berlanjut sampai ke pengadilan, semua pihak harus tetap menghormati ketetapan hukum yang berlaku.

Baca Juga: Menko Luhut Buka-bukaan soal Tudingan Bisnis PCR

Sementara itu, Pengamat Hukum Chrisman Damanik setuju dengan pendapat Karman bahwa tidak ada keterlibatan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir dalam bisnis polymerase chain reaction atau PCR. Ada tiga hal bagi Chrisman kenapa dirinya tidak yakin Luhut dan Erick terlibat dalam kepemilikan bisnis PCR tersebut.

Pertama, sejauh mana peran dan keterlibatan serta saham PT dan Yayasan Kemanusiaan Adaro dalam bisnis PCR, apakah pemegang saham signifikan atau tidak, karena informasi media hanya enam persen dan sepuluh persen.

"Kedua, sejauh mana keterlibatan Pak Luhut dan Pak Erick sendiri di dalam PT dan yayasan tersebut apakah masih bagian dari PT atau yayasan tersebut jadi tidak hanya dengan asumsi-asumsi saja," ujarnya.

Kemudian yang ketiga, menurut Chrisman, apakah keterlibatan PT dan yayasan tersebut berorientasi untuk mendapat keuntungan atau itikad dan maksud sosial, hal seperti ini yang menjadi penting.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini