Emiten Miliader Tahir Suntik Anak Usaha Rp125 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 16 November 2021 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 16 278 2502550 emiten-miliader-tahir-suntik-anak-usaha-rp125-miliar-laYZdSnKYa.jpg Emiten Miliader Tahir Suntik Anak Usaha (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Dukung pengembangan bisnis anak usaha, emiten pengelola rumah sakit Mayapada, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) memberikan fasilitas pinjaman sebesar Rp 125 miliar kepada PT Nusa Sejahtera Kharisma (NSK).

Transaksi afiliasi ini bertujuan untuk membeli sebidang tanah.

Direktur PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk, Arif Mualim menjelaskan bahwa fasilitas pinjaman yang diberikan perseroan kepada NSK dimaksudkan untuk pembelian sebidang tanah seluas 16.274 M2 yang berlokasi di Batununggal, Batu kidul, Bandung, Jawa Barat.

”Jangka waktu pembayaran akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan NSK dan tidak dikenai bunga pinjaman. Perselisihan akan diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat," ujarnya seperti dikutip Harian Neraca, Selasa (16/11/2021).

Baca Juga: Dharma Samudera (DSFI) Kantongi Laba Bersih Rp11,5 Miliar

Transaksi ini disebut transaksi afiliasi lantaran perseroan merupakan pemegang saham NSK dengan persentase kepemilikan sebesar 99,99%.

Selain itu, Komisaris Utama Perseroan Jonathan Tahir juga merupakan Komisaris Utama pada NSK. Begitu juga dengan Wakil Komisaris Utama Perseroan Dato’ Sri Tahir yang merupakan Komisaris di NSK.

Baca Juga: Penjualan Naik, Map Aktif (MAPA) Masih Rugi Rp14,9 Miliar

Sebelumnya, PT Nusa Sejahtera Kharisma alias NSK juga telah melakukan transaksi afiliasi dengan anak usaha perseroan yang lain yaitu PT Inti Sejahtera Sentosa (SIS). Dalam perjanjian yang ditandatangani pada 30 September tersebut, NSK memberikan fasilitas pinjaman kepada SIS sebesar Rp 95 miliar untuk modal kerja.

Adapun jangka waktu pengembalian pinjamannya, satu tahun sejak tanggal perjanjian pinjaman dan dapat diperpanjang secara otomatis dengan jangka waktu yang sama apabila SIS belum mampu melunasi saat jatuh tempo.

Arif menegaskan bahwa transaksi antar perusahaan terkendali tersebut tidak berpengaruh negatif terhadap kondisi keuangan perseroan dan berjangka pendek. Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 1 triliun untuk ekspansi bisnis perseroan. Di mana belanja modal akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit di Surabaya dan Bandung serta ekspansi di Tangerang.

Selain itu, perseroan berencana menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue dengan menerbitkan sebanyak 8,14 miliar saham atau setara 40,42% melalui mekanisme penawaran umum terbatas (PUT) III. Harga penawaran umum tersebut dibanderol Rp 200 per saham, sehingga perseroan berpotensi meraup dana sebanyak Rp 1,62 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini