Pendapatan Naik, Erajaya (ERAA) Kantongi Laba Rp719 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 18 November 2021 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 18 278 2503767 pendapatan-naik-erajaya-eraa-kantongi-laba-rp719-miliar-jzWSAdJFZD.jpeg Pendapatan Erajaya (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Hingga kuartal tiga 2021, emiten ritel PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) mencetak pendapatan sebesar Rp31,18 triliun atau naik 34,57% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp23,17 triliun.

Sementara beban pokok penjualan juga turut meningkat menjadi Rp28,15 triliun dibandingkan dengan Rp20,99 triliun. Hal ini menyebabkan laba bruto ERAA tetap meningkat menjadi Rp3,02 triliun dari Rp2,17 triliun.

Selain itu, beban penjualan dan distribusi juga meningkat menjadi Rp1,11 triliun dari Rp907,51 miliar. Serta beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp871,48 miliar dari Rp745,99 miliar. Dengan begitu, perseroan mencatatkan laba usaha per kuartal III/2021 naik menjadi Rp1,17 triliun dari Rp585,31 triliun. Perseroan juga berhasil mencatatkan bagian laba dari entitas asosiasi dari posisi rugi pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Siap-Siap! 29 Perusahaan 'Serbu' BEI Cari Dana Segar di Pasar Modal

Alhasil, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga 9 bulan 2021 menjadi Rp719,2 miliar naik 143,7% dibandingkan dengan Rp295,11 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Adapun, total aset perseroan turun tipis menjadi Rp11,12 triliun hingga kuartal III/2021 dibandingkan dengan Rp11,21 triliun pada akhir tahun lalu. Penurunan terjadi pada jumlah aset lancar yang menjadi Rp6,84 triliun dari Rp7,54 triliun, sedangkan total aset tidak lancar naik menjadi Rp4,28 triliun dari Rp3,66 triliun.

Di sisi lain, total liabilitas ERAA turun menjadi Rp4,94 triliun per kuartal III/2021 dibandingkan dengan Rp5,52 triliun pada akhir tahun lalu. Rinciannya, total liabilitas jangka pendek turun menjadi Rp4,54 triliun dari Rp5,14 triliun, sementara liabilitas jangka panjang naik tipis menjadi Rp398 miliar dari Rp380,42 miliar. Posisi ekuitas perseroan juga meningkat menjadi Rp6,18 triliun sepanjang 9 bulan tahun ini dibandingkan dengan Rp5,68 triliun pada 31 Desember 2020.

Baca Juga: Dharma Samudera (DSFI) Kantongi Laba Bersih Rp11,5 Miliar

Tahun ini, perseroan ekspansi menambah 300 gerai baru dibandingkan tahun lalu sebanyak 135 gerai baru. Maka guna memuluskan aksi tersebut, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga Rp 300 miliar. Dari target pembukaan sebanyak 300 gerai baru, sebagian besar akan memanfaatkan konsep gerai baru, yakni Erafone Cloud Retail Partner. Dalam konsep ini, gerai dimiliki investor lokal lewat konsep kemitraan. Sedangkan pengelolaan toko diberikan kepada perseroan.

“Langkah ini bagian dari inisiatif perseroan untuk menerapkan efisiensi biaya pembukaan toko. Hingga kini, kami telah mengelola 8 toko yang menggunakan konsep Erafone Cloud Retail Partner,” kata Wakil Direktur Utama Erajaya Swasembada, Joy Wahjudi, Kamis (18/11/2021).

Menurut analis Sinarmas Sekuritas, Elvira Natalia, lonjakan kinerja keuangan Erajaya seiring implementasi regulasi IMEI, yaitu IMEI setiap perangkat telekomunikasi telepon genggam dan pintar harus terdaftar di Indonesia untuk bisa digunakan.

”Kewajiban pendaftaran IMEI menjadi faktor utama pendongkrak laba bersih dalam tiga kuartal terakhir, yaitu kuartal III-2020 mencapai Rp 182 miliar, kuartal IV-2020 senilai Rp 317 miliar, dan kuartal I-2021 mencapai Rp 278 miliar,” tulis dia dalam risetnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini