RI-Inggris Bakal Bangun Pabrik Baterai Kendaraan Listrik

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 24 November 2021 20:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 320 2506948 ri-inggris-bakal-bangun-pabrik-baterai-kendaraan-listrik-PBa6rx613w.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa kunci untuk menjaga momentum ekspansi ekonomi adalah upaya bersama dalam melakukan transformasi ekonomi Indonesia.

“Saat ini, melalui upaya hilirisasi SDA, Indonesia telah berubah menjadi pemain penting dalam supply chain mobil listrik. Presiden sudah berikan arahan untuk Nikel Ore, dan lainnya. Kita akan membuat Indonesia berubah ke depan ini,” ujar Menko Luhut di Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Menurutnya Indonesia dan Inggris berencana membangun rantai suplai baterai kendaraan listri (electric vehicle/EV) pada masa mendatang. Rencananya, fasilitas produksi baterai untuk kendaraan listrik akan dibangun di Indonesia dan Inggris.

Baca Juga: Penjelasan Menko Luhut soal Banyaknya TKA China di Proyek Smelter

"Kemarin Presiden (Jokowi) bicara dengan PM Boris dan saya di situ, kami dorong kerja sama. Itu kami investasi di Inggris dan mereka investasi di Indonesia," imbuhnya

Diketahui upaya hilirisasi SDA ini juga telah membuahkan hasil yang nyata. Ekspor besi dan baja Indonesia mencapai USD16,5 miliar hingga Oktober ini dan diperkirakan akan menembus USD20 miliar pada tahun 2021. Ekspor besi dan baja mampu membantu kinerja neraca transaksi berjalan yang mencatatkan surplus pada triwulan III 2021.

Terjaganya defisit neraca transaksi berjalan akan membantu Indonesia dalam menghadapi risiko global normalisasi kebijakan moneter AS pada tahun 2022 dan 2023.

Baca Juga: Menko Luhut Temukan Pelanggaran Prokes di Bali, Sudah Tak Takut Covid-19?

“Ke depan, kita tidak hanya berhenti di besi dan baja, tetapi produk lain seperti HPAL, battery cathode dan precursor. Terkait battery cathode dan precursor ini sudah berjalan, Indonesia melakukan kerja sama investasi dengan Inggris, untuk kemudian diekspor ke Eropa,” tuturnya.

Pemerintah juga terus mendorong kerja sama investasi dengan berbagai negara, salah satunya Uni Emirat Arab. Hasil kunjungan ke Uni Emirat Arab pada November lalu menghasilkan komitmen investasi hingga sebesar USD44,6 miliar di berbagai bidang.

Upaya meningkatkan investasi juga terus dilakukan melalui proses penyederhanaan perizinan sebagai implementasi dari UU Cipta Kerja. Melalui penyederhanaan perizinan berusaha ini Pemerintah optimis akan dapat memperbaiki iklim investasi di Indonesia sehingga dapat menarik investor lebih banyak lagi ke Indonesia.

“Berkaca dari keberhasilan kita menangani pandemi Covid-19, Saya yakin perekonomian Indonesia akan terus melanjutkan momentum ekspansinya. Dikombinasikan dengan upaya transformasi ekonomi melalui hilirisasi SDA dan perbaikan iklim investasi yang terus menerus, Indonesia akan mampu keluar dari pandemi Covid-19 dengan lebih kuat,” pungkas Menko Luhut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini