66% Listrik Indonesia Disuplai PLTU Batu Bara, Transisi Energi Gimana?

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Rabu 24 November 2021 21:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 320 2506961 66-listrik-indonesia-disuplai-pltu-batu-bara-transisi-energi-gimana-JKfiFzcT1d.jpg Listrik Indonesia Mayoritas Berasal dari PLTU. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Listrik Indonesia 66% masih disuplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara. Hal ini pun menjadi tantangan dalam meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT) hingga mencapai 23% pada akhir tahun 2025 dan target net zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Sementara porsi energi baru terbarukan di sektor pembangkit listrik saat ini baru sekitar 13%.

Baca Juga: Rasio Elektrifikasi 100%, Seluruh Wilayah Indonesia Terang Benderang

"Pemerintah telah menyusun rencana phase out PLTU batu bara baik dari PLN maupun non PLN berdasarkan kontrak maksimal 30 tahun yang akan digantikan oleh pembangkit listrik tenaga energi baru terbarukan," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial, dalam diskusi Akselerasi Pembangunan Energi Nasional 2022, Rabu (24/11/2021).

Ego melanjutkan, saat ini tidak diperbolehkan menambah PLTU baru, kecuali yang telah berkontrak atau telah menjalani proses konstruksi.

Baca Juga: PLN Setrum Listrik Perdana ke Kawasan Industri Batang

"Kapasitas PLTU akan bertambah sampai dengan tahun 2026 dan setelahnya direncanakan tidak ada penambahan baru," ungkapnya.

Dia menuturkan, dalam rangka mempercepat pembangunan EBT dan mempertimbangkan pembangunan yang cepat dan kompetitif dari segi harga, Kementerian ESDM tengah mendorong pembangunan PLTS, baik PLTS atap skala kecil, PLTS terapung maupun PLTS dengan skala besar yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

"Rencana pengembangan PLTS terdiri dari pengembangan PLTS atap dengan target di tahun 2025 sebesar 3,61 GW. PLTS terapung berpotensi dikembangkan hingga bisa mencapai 26,65 GW dan PLTS skala besar ditargetkan sampai tahun 2030 dapat mencapai 4,68 GW," jelasnya.

Dalam peta jalan transisi energi menuju karbon netral untuk periode 2021-2060, strategi utama yang akan dilakukan antara lain retirement Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) secara bertahap, pemanfaatan kompor listrik, penghentian impor LPG, peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan khususnya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pemanfaatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, serta pengembangan interkoneksi berupa smart grid atau smart meter.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini