Share

Ragam Olahan Buah Mangrove, Disulap Jadi Sirup dan Peyek Hasilkan Cuan

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 06 Februari 2022 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 06 455 2542982 ragam-olahan-buah-mangrove-disulap-jadi-sirup-dan-peyek-hasilkan-cuan-A9SUVXiuam.jfif Ragam olahan buah mangrove di Indramayu. (Foto: Okezone.com/Andrian Supendi)

INDRAMAYU - Ada beragam olahan makanan dan obat-obatan dari buah Mangrove yang disebut mempunyai nilai tinggi untuk menunjang ekonomi masyarakat Indramayu.

Diketahui bahwa ekosistem Mangrove mempunyai peran penting dalam aspek ekologi dan ekonomi.

Secara ekologis, mangrove berfungsi sebagai mata rantai makanan di suatu perairan yang dapat menunjang kehidupan berbagai jenis biota di dalamnya.

Sedangkan secara ekonomis, Mangrove juga banyak dimanfaatkan sebagai penghasil kayu untuk bahan baku bangunan, bahan makanan, dan obat-obatan.

 BACA JUGA:Wagub Ariza Sebut Hutan Mangrove Penting Menjaga Lingkungan

Salah satunya, dilakukan oleh Kelompok Masyarakat di Desa Pabean Udik, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang memanfaatkan buah mangrove untuk diolah menjadi makanan dan minuman.

Abdul Latif, selaku pegiat mangrove di Desa tersebut mengatakan, buah mangrove pada umumnya jatuh dan berserakan ke tanah, dengan adanya diversifikasi produk olahan makanan dan minuman ini, buah-buah tersebut dapat bermanfaat dengan lebih efektif.

"Buah mangrove jika sudah tua itu akan jatuh, nah buah yang jatuh tersebut kita manfaatkan untuk bahan baku makanan ataupun minuman. Kalau masih ada pada batang, kita tidak berani untuk mengambil, karena kita tetap menjaga kelestarian hutan mangrove itu sendiri," ujarnya.

Dia menjelaskan, buah mangrove yang dapat dioalah menjadi sirup adalah jenis Pedada (Sonneratia Casiolaris).

Tahap awal dari proses pembuatan sirup mangrove pertama-tama, buah dikupas untuk diambil dagingnya, dicuci, dipotong, dan dihaluskan.

Kemudian, buah mangrove dicampur dengan gula dan air, lalu dimasak hingga mendidih.

"Nah Hasil rebusan itu kemudian disaring dan didinginkan. Rebusan buah mangrove yang telah dingin siap dikemas dan dipasarkan. Satu botol sirup Mangrove dengan ukuran 300 ml dijual dengan harga Rp25.000," jelasnya.

Peyek mangrove terbuat dari daun Werakas (acrosticum aerium). Bahan dasarnya, tepung beras, minyak goreng, penyedap, bawang putih, dan ketumbar. Cara membuatnya, rebus daun muda werakas sekitar 20 menit angkat lalu tiriskan, bahan-bahan yang telah disebutkan tadi dihaluskan, aduk dengan tepung dan air hingga mengental. (Kontributor: Andrian Supendi).

Panaskan minyak goreng campurkan daun werakas ke dalam adonan, kemudian digoreng.

"Setelah berwarna kecokelatan, diangkat lalu tiriskan, peyek mangrove pun siap dikemas untuk dipasarkan. Satu kemasan peyek mangrove dengan berat 75 gram dijual Rp13.000," terangnya.

Latif menyebutkan, selain dua jenis mangrove tersebut masih ada jenis lain yang buahnya dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomis tinggi.

"Di antaranya mangrove Xylocarpus yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik, serta jenis Bakau dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan pewarna batik, selain itu ada juga jenis Kerandang yang dapat dibuat menjadi kopi, tempe, dan tahu," bebernya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini