Share

9 Tahun Mati Suri, ENRG Reaktivasi Blok Korinci Produksi Gas

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Rabu 23 Februari 2022 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 23 278 2551772 9-tahun-mati-suri-enrg-reaktivasi-blok-korinci-produksi-gas-AhprWgULfH.jpeg ENRG Kembali Produksi Gas (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melalui anak usahanya, EMP Korinci Baru Limited kembali produksi gasnya dari KKS Blok Korinci Baru di Riau. 

Blok tersebut mengalirkan rata-rata 2,5 juta kaki kubik gas per hari dan menjual gas ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan harga USD 4/mmbtu.

Direktur Utama Energi Mega Persada, Syailendra S Bakrie dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, ENRG telah berhasil melakukan re-aktivasi atas beberapa sumur gas di Lapangan Baru dan West Baru.

”Sumur-sumur gas tersebut sempat tidak berproduksi sejak sembilan tahun lalu. Perseroan berkomitmen untuk menjaga kelanjutan pasokan gas tersebut ke PLN Riau hingga tahun 2026 sesuai dengan penetapan alokasi gas dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral," ujarnya dikutip Harian Neraca, Rabu (23/2/2022).

Tambahan produksi gas dari KKS Blok Korinci Baru akan berdampak positif terhadap keseluruhan produksi, penjualan dan laba bersih perseroan. Pihaknya berharap hal ini dapat menambah nilai bagi para pemegang saham ENRG di masa depan. Seremonial kegiatan dilakukan di Baru Gas Plant di Kota Pekanbaru, Riau.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Bapak Rikky Rahmat Firdaus.

Sebelumnya, PT Energi Mega Persada Tbk mendapatkan persetujuan pemerintah untuk pengalihan seluruh saham PT Energi Maju Abadi (EMA). 

EMA memiliki 49% participating interest (PI) di Wilayah Kerja atau Blok Sengkang yang terletak di Sulawesi Selatan.

Ini merupakan tindak lanjut Perjanjian Jual Beli Bersyarat yang telah diteken oleh ENRG dan anak usahanya pada Agustus 2021 lalu.

Dengan demikian, ENRG kini resmi memegang 49% hak partisipasi pada blok yang memiliki cadangan terbukti dan terukur gas sebesar 420 miliar kaki kubik.

Direktur Keuangan ENRG, Edoardus Windoe mengungkapkan, perusahaan akan menyediakan pendanaan yang diperlukan untuk mengembangkan Blok Sengkang.

"Beberapa rencana pengembangan tersebut diantaranya studi geologi, survei 2D seismic sepanjang 800 km, survei 3D seismis seluas 100 km2 dan pemboran 13 sumur eksplorasi,"ujarnya.

Perseroan mengungkapkan, keyakinan akan prospek Blok Sengkang dan berharap rencana pengembangan tersebut dapat segera direalisasikan untuk menambah jumlah cadangan dan volume produksi gas di masa mendatang. Melalui peningkatan produksi gas diyakini bakal berdampak positif pada kinerja keuangan ENRG.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini