Ditinjau dari segi kinerja operasional, WIKA Beton pun turut menorehkan sejumlah pencapaian di antaranya mencatatkan kapasitas produksi beton pracetak hingga 4,66 juta ton, meningkat 5,43% dibanding tahun 2020.
Sementara itu, kapasitas produk readymix WIKA Beton tahun 2021 juga mengalami peningkatan dengan mencapai total 1,48 juta m3. Memasuki usia 25 tahun, WIKA Beton pun menetapkan sejumlah strategi untuk kembali bangkit dari efek pandemi.
Di antaranya melakukan pengembangan pasar dengan menerapkan cost leadership & create project, meningkatkan sinergi dengan WIKA Group, memaksimalkan digital marketing, serta melakukan penetrasi pasar ASEAN.
Kemudian mengoptimalkan kapasitas produksi pabrik & readymix cconcrete, memperkuat penjualan produk non-precast, dan mempercepat penyerahan produk ke pelanggan.
Lalu mengembangkan usaha dengan memajukan mobile plant, optimalisasi pabrik eksisting, dan realignment bisnis perusahaan anak. Terakhir mengoptimalkan modal usaha, salah satunya dengan percepatan pencairan dan penyelesaian piutang bermasalah.
Strategi ini didukung penuh oleh peningkatan kompetensi SDM, integrasi sistem IT, dan penerapan supply chain management, diharapkan WIKA Beton dapat mencapai target omzet kontrak sebesar Rp7,35 triliun hingga akhir tahun.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.