Share

WIKA Beton Raih Kontrak Baru Rp1,03 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 29 Maret 2022 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 29 278 2569642 wika-beton-raih-kontrak-baru-rp1-03-triliun-v6Ye8XAJGk.jpeg WIKA Beton Raih Kontrak Baru (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) berhasil membukukan kontrak baru Rp1,03 triliun hingga akhir Februari 2022.

Beberapa proyek besar yang mendukung perolehan ini di antaranya adalah Coastal Area Kota Balikpapan, Jalan Tol Indrapura Kisaran, Manyar Smelter Project, Peningkatan Jalur KA Medan Labuhan – Rantau Parapat dan Tol Palembang – Betung.

Sementara sepanjang tahun 2021 kemarin, anak usaha dari WIKA ini mencatatkan omzet kontrak sebesar Rp5,21 triliun dengan carry over sebesar Rp1,45 triliun, sehingga total kontrak yang dihadapi sebesar Rp6,67 triliun.

Selain itu, WIKA Beton juga mencatatkan omzet penjualan sebesar Rp4,31 triliun. Meski di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, WIKA Beton mampu menghasilkan laba bersih sebesar Rp81 miliar hingga Desember 2021.

Berbagai proyek yang menyumbang performa Perseroan selama tahun 2021 ini didominasi oleh proyek pada sektor infrastruktur sebesar 67,93%, disusul proyek di sektor properti sebesar 17,63%, dan sisanya berasal dari sektor energi, industri, dan tambang masing-masing menyumbang sebesar 11,23%, 2,53%, dan 0,58%.

Berdasarkan segmentasi kepemilikan, perolehan kontrak baru Perseroan selama tahun 2021 didominasi oleh swasta sebanyak 60,45%, disusul perusahaan induk WIKA 18,82%, perusahaan BUMN lain sebanyak 18,04%, serta pemerintah 2,69%. 

Proyek-proyek besar yang mendukung kinerja WIKA Beton di 2021 di antaranya adalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Manyar Smelter Project, Kawasan Industri Terpadu Batang, Pembangunan Sinyal dan Telekomunikasi Jalur Ganda Kereta Api antara Mojokerto-sepanjang lintas Surabaya Solo, RKEF Smelter Nikel, Bandara Internasional Kediri, Tanggul Pengaman Pantai NCICD, Tol Serpong-Balaraja, Pengaman Muara Sungai Bogowonto, RDMP Balikpapan, dan lainnya.

Ditinjau dari segi kinerja operasional, WIKA Beton pun turut menorehkan sejumlah pencapaian di antaranya mencatatkan kapasitas produksi beton pracetak hingga 4,66 juta ton, meningkat 5,43% dibanding tahun 2020.

Sementara itu, kapasitas produk readymix WIKA Beton tahun 2021 juga mengalami peningkatan dengan mencapai total 1,48 juta m3. Memasuki usia 25 tahun, WIKA Beton pun menetapkan sejumlah strategi untuk kembali bangkit dari efek pandemi.

Di antaranya melakukan pengembangan pasar dengan menerapkan cost leadership & create project, meningkatkan sinergi dengan WIKA Group, memaksimalkan digital marketing, serta melakukan penetrasi pasar ASEAN.

Kemudian mengoptimalkan kapasitas produksi pabrik & readymix cconcrete, memperkuat penjualan produk non-precast, dan mempercepat penyerahan produk ke pelanggan.

Lalu mengembangkan usaha dengan memajukan mobile plant, optimalisasi pabrik eksisting, dan realignment bisnis perusahaan anak. Terakhir mengoptimalkan modal usaha, salah satunya dengan percepatan pencairan dan penyelesaian piutang bermasalah.

Strategi ini didukung penuh oleh peningkatan kompetensi SDM, integrasi sistem IT, dan penerapan supply chain management, diharapkan WIKA Beton dapat mencapai target omzet kontrak sebesar Rp7,35 triliun hingga akhir tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini