Share

IPO, Sigma Energu Compressindo Jadi Tamu Baru ke-14 BEI

Anggie Ariesta, Jurnalis · Jum'at 08 April 2022 07:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 08 278 2575287 ipo-sigma-energu-compressindo-jadi-tamu-baru-ke-14-bei-ik0F6TNMvo.jfif PT Sigma Energy Compressindo Tbk IPO hari ini. (Foto: Shutterstoc)

JAKARTA - PT Sigma Energy Compressindo Tbk akan melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Jumat (8/4/2022).

Calon emiten dengan kode saham SICO ini akan menjadi perusahaan tercatat ke-14 di BEI pada tahun 2022 ini.

Mengutip laman e-IPO, Sigma Energy Compressindo adalah perusahaan swasta nasional yang didirikan pada tahun 2007 yang bergerak dalam bidang usaha Jasa Penyewaan Alat-Alat Untuk Monetisasi Minyak dan Gas Suar Bakar dengan Menggunakan Teknologi Kompresi untuk Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca.

 BACA JUGA:Pengembang Metaverse WIR Asia (WIRG) Melantai di BEI Hari Ini, Bidik Dana IPO Rp431 Miliar

Pada saat ini Perseroan adalah pemimpin pasar dalam menyediakan layanan mini gas kompresor untuk memonetisasi gas suar bakar dan mengoptimalkan produksi migas pada sumur-sumur marjinal serta yang berkontribusi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dengan cara menangkap hingga 1.500 MMSCF gas suar bakar per tahun senilai sekitar USD12,5 juta.

Perseroan telah memenuhi standar internasional dan berpengalaman dengan perusahaan migas besar di seluruh Indonesia. Pada tahun 2017 Perseroan memulai cabang usaha baru yang bergerak di bidang pengoperasian SPBU di bawah PT Sigma Niaga Gas.

Bersama SHELL, proyek pertama dimulai di tempat yang strategis yaitu di Kawasan Soewarna Bussiness Park area Bandara International Soekarno Hatta.

SICO memasang harga penawaran di Rp230 per saham. Ini merupakan batas atas dari harga bookbuilding yakni Rp190 - Rp230.

Dalam aksi korporasi ini, SICO menerbitkan sebanyak 270 juta saham baru yang merupakan saham biasa atas nama atau sebanyak 29,67% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Sehingga, SICO meraup dana segar sebanyak Rp62,10 miliar dari IPO.

Bersamaan, SICO juga menerbitkan sebanyak 27 juta Waran Seri I atau sebanyak 4,22% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh.

Setiap pemegang 10 saham baru berhak memperoleh 1 Waran Seri I dimana setiap 1 Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru SICO. Harga pelaksanaan waran seri I sebesar Rp 350 sehingga total dana dari Waran Seri I adalah sebanyak Rp9,45 miliar.

SICO akan menggunakan dana hasil IPO untuk tiga kepentingan.

Pertama, pembayaran utang bank sebesar Rp9,21 miliar atau setara dengan 15,50% kepada PT Bank KEB Hana Indonesia.

Kedua, pengembangan usaha sebesar Rp26,6 miliar. Ketiga, untuk modal kerja sebesar Rp23,62 miliar atau setara dengan 39,75% dari dana hasil IPO.

Sedangkan dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I, jika dilaksanakan oleh pemegang waran, maka juga akan digunakan untuk modal kerja.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek adalah PT NH Korindo Sekuritas Indonesia.

SICO memasang harga penawaran di Rp230 per saham. Ini merupakan batas atas dari harga bookbuilding yakni Rp190 - Rp230.

Dalam aksi korporasi ini, SICO menerbitkan sebanyak 270 juta saham baru yang merupakan saham biasa atas nama atau sebanyak 29,67% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Sehingga, SICO meraup dana segar sebanyak Rp62,10 miliar dari IPO.

Bersamaan, SICO juga menerbitkan sebanyak 27 juta Waran Seri I atau sebanyak 4,22% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh.

Setiap pemegang 10 saham baru berhak memperoleh 1 Waran Seri I dimana setiap 1 Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru SICO. Harga pelaksanaan waran seri I sebesar Rp 350 sehingga total dana dari Waran Seri I adalah sebanyak Rp9,45 miliar.

SICO akan menggunakan dana hasil IPO untuk tiga kepentingan.

 BACA JUGA:Jelang IPO, GoTo Siapkan Rp310 Miliar untuk Driver Gojek

Pertama, pembayaran utang bank sebesar Rp9,21 miliar atau setara dengan 15,50% kepada PT Bank KEB Hana Indonesia.

Kedua, pengembangan usaha sebesar Rp26,6 miliar. Ketiga, untuk modal kerja sebesar Rp23,62 miliar atau setara dengan 39,75% dari dana hasil IPO.

Sedangkan dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I, jika dilaksanakan oleh pemegang waran, maka juga akan digunakan untuk modal kerja.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek adalah PT NH Korindo Sekuritas Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini