Dampaknya, perseroan harus menuliskan rugi usaha senilai Rp42,7 miliar. Kian tertekan, biaya keuangan membengkak 40,08% menjadi Rp34,689 miliar.
Maka tak heran, rugi sebelum pajak penghasilan menembus Rp77,3 miliar. Sementara itu, aset perseroan tercatat tumbuh 6,8% menjadi Rp684,89 miliar karena utang bank jangka panjang melonjak 238,7% menjadi Rp166,9 miliar.
Selanjutnya, arus kas digunakan untuk aktivitas operasi menyentuh Rp92,7 miliar, karena pembayaran kepada pemasok naik 65,5% menjadi Rp250,45 miliar dan biaya keuangan naik 41,6% menjadi Rp34,6 milliar.
Saat ini, SWAT memiliki 2 buah pabrik yang menghasilkan 4.000 ton per bulannya dengan utilisasi sebesar 30%. Perusahaan juga melakukan penjualan kemasan karton paper cone dan juga paper tube.
Untuk saat ini, 60% produksi perusahaan digunakan di segmen Food and beverages sementara sekitar 10% hingga 20% digunakan untuk special box di bidang militer. Maka beroperasinya pabrik paper mill, perusahaan pacu kenaikan pendapatan hingga sebesar 8% hingga 10%
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.