Share

Tarif Listrik 3.500 VA ke Atas Naik Tak Pengaruhi Ekonomi RI

Antara, Jurnalis · Rabu 15 Juni 2022 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 15 320 2612123 tarif-listrik-3-500-va-ke-atas-naik-tak-pengaruhi-ekonomi-ri-maT33Lj8U3.jpg Tarif Listrik Naik 1 Juli 2022. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Tarif listrik naik untuk golongan rumah tangga dengan daya 3.500 voltampere (VA) ke atas (R2, R3) dan golongan sektor pemerintah (P1, P2, P3). Kenaikan tarif listrik ini berlaku pada 1 Juli 2022.

Menurut Ekonom Indef Abra Talattov, adanya penyesuaian tarif listrik 5 golongan 3.500 VA ke atas menunjukkan pemerintah sudah berani memberikan fleksibilitas kepada PLN melalui tarif adjustment. 

Baca Juga: Subsidi Listrik Rp4 Triliun Selama Ini Dinikmati Orang Kaya

"Penyesuaian tarif listrik yang berlaku pada 1 Juli tidak mengganggu perekonomian, mengingat segmen yang terkena dampak sekitar 2 juta pelanggan," katanya, dikutip dari Antara, Rabu (15/6/2022). 

Abra menyatakan pelanggan R2 yang dianggap golongan mampu ini tidak terganggu dengan penyesuaian tarif listrik. Mengingat, pelanggan sudah menggunakan peralatan elektronik yang lebih mumpuni, seperti konsumsi AC lebih dari 2 unit dan rata-rata telah memiliki kendaraan roda empat.

Di sisi lain, berdasarkan data Kementerian ESDM melansir BKF Kemenkeu, dampak penyesuaian tarif listrik pada kuartal III/2022 sangat kecil, diproyeksi memengaruhi inflasi sekitar 0,019 persen. Di sisi lain, penghematan kompensasi 2022 dari kenaikan tarif listrik ini mencapai Rp 3,09 triliun atau 4,7 persen dari total kompensasi.

Baca Juga: Tarif Listrik Orang Kaya Naik, ESDM: Mereka Mampu Membayar

Abra mencatat, merujuk total kompensasi PLN 2021 yang mencapai Rp 24,6 triliun, 5 golongan (R2, R3, P1, P2, P3) telah mengurangi beban kompensasi sekitar Rp 1,7 triliun atau menyumbang 6,9 persen kompensasi pemerintah untuk PLN.

Terkait dampak kepada para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), Abra mengatakan kebijakan pemerintah malah membuat pelaku usaha kecil mikro menengah melakukan migrasi golongan pelanggan. Menurut dia, dengan adanya perpindahan golongan pelanggan, maka pelaku UMKM mendapatkan tarif listrik yang lebih menarik.

"Mungkin ada golongan rumah tangga atas yang juga pelaku UMKM, ini malah momentum migrasi golongan, karena mereka bisa dapat tarif subsidi," kata Abra.

"Jauh lebih rendah tarifnya dari golongan B2 ataupun B4, dari sisi daya juga mendapatkan lebih besar, jadi malah lebih mumpuni," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini