Share

Masuk Musim Panas, China Terancam Kekurangan Listrik

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 22 Juni 2022 08:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 22 320 2615805 masuk-musim-panas-china-terancam-kekurangan-listrik-xW6hkKf111.JPG Ilustrasi listrik. (Foto: VOA)

JAKARTA - China terancam kekurangan pasokan listrik pada musim panas ini. Hal tersebut karena produksi batu bara yang sedang meningkat.

Dikutip VOA Indonesia, produksi batu bara negara tersebut sedang meningkat karena sebagian besar pasokan, yang kualitasnya lebih rendah dari sebelumnya sehingga terbakar lebih cepat di pembangkit listrik, dialokasikan untuk kebutuhan pembangkit domestik.

Adapun konsumen batu bara terbesar di dunia itu menggantungkan 60 persen pasokan listriknya dari batu bara.

 BACA JUGA:Krisis Energi, Sandiaga Uno Imbau Pelaku Parekraf Ganti Kompor BBM ke Listrik

Di mana tahun lalu, volume produksi batu bara domestik yang lebih rendah menyebabkan terjadinya krisis listrik selama berminggu-minggu yang melanda sektor manufaktur di seluruh perekonomi negara peringkat dua dunia tersebut.

Sejak itu, Beijing memerintahkan peningkatan produksi batu bara hingga ke tingkat rekor, dan membatasi harga batu bara untuk memastikan harganya terjangkau untuk pembangkit listrik.

Tapi para pedagang mengatakan batas harga mendorong para penambang untuk memprioritaskan kuantitas batu bara daripada kualitas, membuat pembangkit listrik membutuhkan volume batu bara yang terus meningkat karena mereka ingin meningkatkan produksi.

"Bagi para penambang, mereka tidak memiliki banyak insentif untuk memproduksi batu bara berkualitas tinggi karena marginnya sangat rendah akibat pembatasan harga. Prioritas mereka adalah menghasilkan volume batu bara yang cukup untuk memenuhi target yang ditetapkan pemerintah," kata seorang pedagang batu bara yang berbasis di China.

Untuk batu bara ermal dengan nilai kalori di atas 5.500 kilokalori per kilogram biasanya dianggap sebagai batu bara dengan nilai kalor tinggi.

Konsultan senior di Wood Mackenzie Yu Zhai mengatakan pembangkit listrik juga menyukai kargo berkualitas rendah yang lebih murah dan membantu mengurangi kerugian dari pembangkit listrik.

China sendiri merupakan importir batu bara terbesar di dunia dan juga merupakan importir gas alam cair (LNG) kedua tertinggi di dunia.

Sehingga negara ini utamanya bergantung pada pasokan bahan bakar domestik untuk kebutuhan listrik, dan mengendalikan harga listrik dan bahan bakar lokal dan produksi batubara domestik untuk mencoba memastikan daya terjangkau yang memadai tersedia.

Setelah sempat terjadi krisis listrik tahun lalu, penambang batu bara domestik sepatutnya meningkatkan produksi ke tingkat rekor, mengakibatkan persediaan batu bara di perusahaan China naik 50 juta ton dari tahun sebelumnya menjadi 159 juta ton pada Mei, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh perencana negara.

Apalagi sebagian besar adalah batu bara dengan nilai kalor sedang dan rendah sehingga pembangkit listrik perlu membakar lebih banyak untuk menghasilkan jumlah listrik yang sama seperti dari batu bara dengan nilai kalor yang lebih tinggi, kata Zhai. Namun, tidak ada angka untuk jumlah batu bara dengan nilai kalor rendah dalam persediaan yang segera tersedia.

"Beberapa pabrik di wilayah China selatan mencatat kenaikan penggunaan batu bara sebesar hampir 15 persen pada akhir Mei dari tahun lalu, tetapi volume pembangkit listrik yang dihasilkan hampir sama," ucap pedagang lain yang berbasis di China.

Kini, Dewan Listrik China memperkirakan pada bulan April bahwa beberapa wilayah, termasuk China selatan dan timur, akan mengalami pasokan listrik yang ketat pada jam sibuk di musim panas.

Pada penurunan pasokan batu bara berkualitas tinggi China telah diperburuk oleh perubahan besar dalam impor batu bara China sejak Beijing memberlakukan larangan tidak resmi atas impor dari produsen batu bara kualitas tinggi Australia pada akhir 2020. Selain itu juga terdapat peningkatan pembelian dari pemasok batu bara kualitas rendah di Indonesia dan Mongolia.

Sebagai informasi, impor biasanya mencapai sekitar 7 persen dari total konsumsi batu bara China dan sangat penting untuk pembangkit listrik di wilayah pesisir.'

Hal ini pun menyebabkan peningkatan impor batu bara oleh pembeli Eropa yang ingin menggantikan pasokan batu bara dan gas Rusia juga telah mengurangi pasokan batu bara bermutu tinggi dan mendorong harga batu bara internasional jauh di atas harga domestik China, membuat impor tidak layak secara ekonomi bagi banyak perusahaan listrik China.

Sementara untuk menjaga potensi kekurangan pasokan listrik, Beijing telah mendorong produsen pembangkit listrik tenaga air dan energi terbarukan untuk menghasilkan listrik sebanyak mungkin untuk memperlambat laju pembakaran pasokan batu bara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini