Share

Utang Waskita Karya Turun Jadi Rp79 Triliun

Suparjo Ramalan, iNews · Senin 27 Juni 2022 19:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 320 2619247 utang-waskita-karya-turun-jadi-rp79-triliun-QnM05FUV8u.JPG Waskita Karya. (Foto: Waskita)

JAKARTA - Utang PT Waskita Karya Tbk tahun ini diperkirakan mencapai Rp79,12 triliun.

Angka ini dicatatkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2022.

Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono menyebut beban bunga perusahaan masih cukup besar dan memberatkan.

 BACA JUGA:Dimodali Rp3 Triliun, Waskita Segera Rampungkan Tol Kayu Agung-Palembang dan Bogor-Sukabumi

Adapun utang Waskita Karya hingga akhir 2021 mencapai Rp88,1 triliun. Dengan pokok pinjaman dan bunga utang itu, pada tahun ini emiten konstruksi pelat merah ini diperkirakan masih akan mencatatkan rugi sebesar Rp1,11 triliun.

"Beban bunga masih cukup besar karena adanya beban utang sehingga rugi bersih sebesar Rp 1,11 triliun (RKAP 2022). Total utang mengalami penurunan menjadi Rp 79,12 triliun," ungkap Destiawan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Senin (27/6/2022).

Tak hanya itu, aset perusahaan juga mengalami penurunan menjadi Rp98,9 triliun. Pada 2021 lalu, emiten bersandi saham Waskita ini mencatatkan aset sebesar Rp103 triliun.

Baca Juga: KKP Selamatkan Kerugian Negara Sebesar Rp30 Miliar dari Tindak Penyelundupan BBL

"Total utang utang mengalami penurunan menjadi Rp 79,12 triliun dan total ekuitas mengalami peningkatan Rp 19,5 triliun," ucapnya.

Di lain sisi, Waskita mengajukan PMN 2022 sebesar Rp3 triliun.

Anggaran inipun disetujui Komisi VI DPR.

Wakil Ketua Komisi VI, Aria Bima mencatat PMN tersebut untuk merampungkan dua proyek tol yakni Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung dan Bogor-Ciawi-Sukabumi.

"Komisi VI DPR memahami penjelasan PT Waskita Karya terkait realisasi penyertaan modal negara tahun 2021, serta mendorong PMN 2022 yang akan diterima dipergunakan sesuai peruntukannya, yaitu modal kerja penyelesaian proyek Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung dan Bogor-Ciawi-Sukabumi," ungkapnya.

Meski begitu, Komisi VI memberikan beberapa catatan penting.

Salah satunya, meminta manajemen Waskita agar mengawal secara ketat restrukturisasi utang perusahaan.

Pasalnya, proses restrukturisasi dibiayai dengan menggunakan dana right issue, termasuk PMN.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini