Share

Penjualan Capai Rp116,34 Miliar, Sepatu Bata Pangkas Rugi hingga 51%

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Kamis 30 Juni 2022 11:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 278 2620893 penjualan-capai-rp116-34-miliar-sepatu-bata-pangkas-rugi-hingga-51-mDtj5MhGU2.jpg Sepatu Bata catat penjualan capai Rp116,34 miliar. (Foto: Freepik)

JAKARTA - PT Sepatu Bata Tbk (BATA) membukukan penjualan bersih sebesar Rp116,34 miliar pada kuartal I-2022.

Realisasi itu meningkat 39,32% dibandingkan periode sama tahun 2021 senilai Rp83,50 miliar.

Segmen eceran masih berkontribusi besar terhadap penjualan sepatu sebanyak Rp99,60 miliar, disusul penjualan di e-commerce Rp9,80 miliar, dan keperluan industri Rp4,37 miliar.

 BACA JUGA:Golden Flower (POLU) Rugi Rp51,50 Miliar Imbas Penjualan Merosot

Adapun ekspor terhadap pihak berelasi juga menyerap dana Rp2,39 miliar.

Sejalan dengan peningkatan penjualan, beban pokok BATA juga meningkat dari sebelumnya Rp55,43 miliar, menjadi Rp61,86 miliar.

Demikian laporan keuangan BATA di keterbukaan informasi, Bursa Efek Indonesia, dikutip Kamis (30/6/2022).

Perhitungan tersebut membuat perseroan mencatatkan laba bruto sebanyak Rp54,48 miliar, naik dari periode sama tahun lalu sebesar Rp28,06 miliar.

Beban penjualan dan pemasaran, hingga administrasi tampak membengkak, yang dipicu beberapa faktor meningkatnya harga sewa toko, biaya iklan, komisi kuasa toko, dan lainnya.

Dengan demikian, perseroan mampu memangkas rugi bersih kuartal I-2022 menjadi Rp13,40 miliar, atau turun 51,65% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp27,72 miliar.

Per 31 Maret 2022, BATA mencatatkan total aset sebanyak Rp720,33 miliar, atau naik 10,35% dibandingkan akhir 2021 sebesar Rp652,74 miliar. Adapun kewajiban pembayaran utang perseroan membengkak menjadi Rp306,60 miliar, dari akhir 2021 sebesar Rp225,81 miliar.

"Total Liabilitas mengalami kenaikan sebesar 38,8% terutama disebabkan oleh kenaikan kewajiban jangka pendek sebesar Rp76,6 miliar dan kenaikan kewajiban jangka panjang sebesar Rp4,3 miliar," kata Corporate Secretary BATA, Theodorus Warlando Ginting, dalam keterangan resminya.

Sementara itu, modal atau ekuitas BATA berkurang tipis menjadi Rp413,73 miliar, dari sebelumnya Rp426,92 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini