Dalam paparan publiknya, perseroan menargetkan produksi nikel sebesar 570.000 ton pada tahun 2022, dan 855.000 ton pada 2023. Sementara hingga 2026, NICL berencana akan ikut serta dalam menghasilkan MHP (bahan baku pembuatan katoda baterai).
Secara rinci, rencana penjualan pada 2024 adalah sebesar 920 ribu ton ore nikel dengan kadar 1,5-1,75% Ni. Tahun 2025, sebesar 780 ribu ton ore nikel dengan kadar 1,5-1,75%. Adapun tahun 2026 disiapkan untuk memasuki masa pasca-tambang.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)