Share

Hore, Bansos Tunai Cair Rp9,54 Triliun ke 6,4 Juta Keluarga

Antara, Jurnalis · Rabu 13 Juli 2022 12:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 13 320 2628765 hore-bansos-tunai-cair-rp9-54-triliun-ke-6-4-juta-keluarga-tE2CGINDc6.jpg Bansos Tunai Cair. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA - Bantuan langsung tunai (BLT) cair sebesar Rp9,54 triliun ke 6,45 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dana BLT tersebut berasal dari dana desa yang telah disalurkan Rp34,7 triliun atau 51,35% dana di 2022.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyampaikan, sebesar Rp34,72 triliun atau 51,35% dana desa telah tersalur ke rekening kas desa hingga 12 Juli 2022.

Baca Juga: Simak Syarat BLT Subsidi Gaji dan UMKM Sambil Tunggu Keputusan Sri Mulyani

"Dana desa yang tersalurkan itu lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp28,59 triliun," papar Mendes PDTT, dikutip dari Antara, Rabu (13/7/2022).

Dia optimistis penyerapan dana desa yang meningkat itu mendorong percepatan pembangunan di desa.

"Ada progres yang bagus dari penyerapan Dana Desa, pemulihan ekonomi nasional level desa betul-betul menjadi fokus kita," ucapnya.

Baca Juga: Jokowi Beri Sinyal Anggaran Bansos Segera Ditambah

Dia menyampaikan dana desa yang sudah dicairkan itu tersebar ke 73.255 desa atau 98% desa dari total 74.961 desa di Indonesia.

Dia merinci, penggunaan dana desa untuk bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp9,54 triliun kepada 6,45 juta keluarga penerima manfaat, Padat Karya Tunai Desa (PKTD) sebesar Rp1,08 triliun dengan menyerap sebanyak 567.063 tenaga kerja warga desa.

Kemudian, untuk desa aman Covid-19 sebesar Rp2,94 triliun, ketahanan pangan sebesar Rp5,95 triliun, dan kegiatan prioritas desa lainnya sebesar Rp15,19 triliun.

Mendes juga menyampaikan bahwa Dana Desa untuk PKTD itu telah melibatkan sebanyak 59.315 pekerja perempuan dan 19.228 perempuan kepala keluarga (PEKKA).

"Jumlah pekerja yang paling penting adalah pekerja perempuan kepala keluarga dan pekerja perempuan. Ini selaras dengan yang kita harapkan yakni keterlibatan perempuan di dalam memanfaatkan program Padat Karya Tunai Desa," tuturnya.

Dia berharap jumlah pekerja perempuan dapat terus meningkat sehingga mendorong daya beli masyarakat, terutama dari kelompok marginal.

"Memang target dari padat karya tunai desa adalah upaya peningkatan daya beli warga masyarakat, utamanya masyarakat dari kelompok marginal," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini