Share

AS Resesi, Begini Dampak Besar ke Perekonomian RI

Viola Triamanda, Okezone · Jum'at 29 Juli 2022 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 29 320 2638390 as-resesi-begini-dampak-besar-ke-perekonomian-ri-8kx14gmFME.jpg Ilustrasi resesi. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan bahwa resesi Amerika Serikat memiliki tiga dampak terhadap perekonomian Indonesia.

Dampak yang pertama adalah resesi di AS membuat tekanan pada sisi permintaan ekspor produk Indonesia baik komoditas maupun olahan.

 BACA JUGA:Ekonomi AS Terancam Resesi, Indeks Dolar Melemah

Menurutnya, konsumen di AS akan mengurangi pembelian barang impor dan cenderung lebih banyak berhemat akibat pelemahan daya beli.

"Jadi, neraca dagang bisa melemah, sekaligus menurunkan prospek booming harga komoditas yang selama ini telah membantu pemulihan ekonomi Indonesia," ujarnya, Jumat (29/7/22).

Dia menyebut dampak yang kedua adalah transmisi di pasar keuangan perlu dicermati.

Hal itu karena investor akan beralih ke aset yang lebih aman untuk menghindari risiko stagflasi dan resesi di AS.

"Aset seperti dollar AS akan di incar sebagai safe haven dan ini akan memukul stabilitas kurs rupiah," ucapnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Kemudian, untuk dampak yang terakhir adalah inflasi yang tinggi di AS akan direspon oleh The Fed dengan kenaikan tingkat suku bunga yang tajam sehingga berdampak pada semakin cepatnya Banak Indonesia menyesuaikan tingkat suku bunga acuan.

"Cost of fund pelaku usaha dan masyarakat umum dalam melakukan pinjaman akan naik dan hambat ekspansi usaha. Ini bisa menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 dan 2023 ke depan," pungkasnya.

Sementara itu, Pengamat ekonomi Piter Abdullah mengatakan bahwa dampak utama dari resesi AS ini adalah menurunnya demand dari Amerika.

Kemudian bisa menahan bahkan menurunkan harga komoditas di pasar global.

"Meskipun saya perkirakan tidak sampai membuat harga komoditas jatuh karena saat ini tingginya harga komoditas salah satunya disebabkan oleh kelangkaan suplai sebagai dampak dari perang ukraina, jadi jika harga komoditas turun, itu bisa berpengaruh pada ekspor indonesia yg didominasi oleh ekspor komoditas," jelasnya.

Dia melanjutkan bahwa resesi AS ini turut berdampak terhadap nilai tukar rupiah.

Di mana resesi amerika disebabkan oleh inflasi yg sangat tinggi yg kemudian direspon dengan kenaikan suku bunga acuan the fed.

Lebih lanjut, kenaikan suku bunga the fed menyebabkan aliran modal asing global masuk ke surat berharga di AS. Termasuk dari indonesia.

Keluarnya modal asing ini menyebabkan nilai tukar rupiah akan tertekan melemah.

"Kondisi ini dapat dihindari apabila BI menaikkan suku bunga acuan mengikuti kenaikan suku bunga the fed," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini