Share

OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 10,66% di Juni 2022

Rizky Fauzan, MNC Portal · Senin 01 Agustus 2022 19:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 01 320 2640238 ojk-kredit-perbankan-tumbuh-10-66-di-juni-2022-oPxMwaqpeU.jpg Pertumbuhan kredit perbankan (Foto: Okezone)

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kredit perbankan mencapai 10,66% hingga Juni 2022.

"Kredit perbankan dalam triwulan II tahun ini tumbuh 10,66% yoy per Juni 2022, yang ditopang oleh pertumbuhan kredit korporasi 12,87%. Sementara itu dana pihak ketiga tumbuh sebesar 9,13% yoy di tengah giro yang tumbuh 19,57% dan tabungan 12,31%," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK III Tahun 2022 secara virtual, Senin (1/8/2022).

Dia mengatakan, sejalan dengan kinerja intermediasi perbankan, penyaluran pembiayaan juga melanjutkan tren yang positif dengan pertumbuhan 5,63% yoy per Juni 2022. Didukung pembiayaan terutama investasi dan modal kerja yang tumbuh masing-masing 19,6% dan 18,8%.

Industri perasuransian, berhasil meningkatkan penghimpunan premi hingga Rp 27,8 triliun pada Juni 2022, dengan premi asuransi jiwa mencapai Rp 15,2 triliun dan asuransi umum mencapai Rp 12,6 triliun.

"Sedangkan penghimpunan dana di pasar modal hingga 26 Juli 2022 mencapai Rp 123,5 triliun dengan tambahan 32 emiten baru," katanya.

Adapun, kinerja pasar saham menguat 5,7% ke level Rp 6.898 per 27 juli 2022 dan termasuk dalam bursa saham yang memiliki kinerja terbaik di kawasan hal ini ditunjang dengan operasi di pasar saham sebesar Rp 58,29 Triliun Rupiah di tengah gejolak pasar keuangan Global.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Namun demikian perlu dicermati bahwa tekanan terhadap pasar keuangan Global juga sudah mulai berdampak pada pasar saham domestik Hal ini terlihat dari meningkatnya kualitas di pasar saham domestik yang Kendati secara ytd masih mencatatkan inflow sebesar Rp 58, 29 Triliun," katanya.

Mahendra membeberkan, yang kedua, risiko kredit terjaga baik pada industri perbankan maupun pada pembiayaan didukung likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat.

"Npl gross perbankan Juni 2022 terpantau turun menjadi 2,86% sementara rasio npf perusahaan pembiayaan di level 2, 81% divinitas perbankan memadai dengan rasio alat likuid terhadap non Core deposit di level 133, 35% dan alat likuid terhadap DPK di level 9,99% per Juni 2022," ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini