Share

PTPP Raup Kontrak Baru Rp13,5 Triliun hingga Juli 2022

Cahya Puteri Abdi Rabbi, Jurnalis · Kamis 18 Agustus 2022 21:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 18 278 2650306 ptpp-raup-kontrak-baru-rp13-5-triliun-hingga-juli-2022-SYkJNibRQp.jpg PTPP Raup Kontrak Baru (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) meraup kontrak baru sebesar Rp 13,55 triliun hingga Juli 2022. Emiten properti dan konstruksi ini membukukan pertumbuhan kontrak baru hingga 41,90% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp 9,54 triliun.

Adapun, perolehan kontrak baru yang diraih perseroan sampai dengan akhir Juli terdiri dari proyek-proyek antara lain, pembangunan proyek Terminal Kalibaru Tahap 1B Pelabuhan Tanjung Priok senilai Rp 3,83 triliun, proyek pekerjaan pipeline Semarang-Batang sebesar Rp 1,06 triliun, dan proyek pembangunan Pertamedika Sanur Bali sebesar Rp 621 miliar.

Kemudian, perolehan kontrak juga didapat dari proyek work unit rate earthwork sebesar Rp 421 miliar, pembangunan Simpang Susun Jalan Tol Serang-Panimbang sebesar Rp 341 miliar, proyek Landmark BSI Aceh sebesar Rp 296 miliar, dan pekerjaan interior gedung Kejaksaan Agung RI sebesar Rp 286 miliar.

Serta, pekerjaan tambah proyek pembangunan Dermaga Benoa sebesar Rp 232 miliar, proyek Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta sebesar Rp 207 miliar, juga kontrak yang berasal dari anak usaha senilai Rp 4,04 triliun.

Sementara itu, hingga Juli 2022 kontrak baru dari BUMN mendominasi perolehan kontrak baru perseroan dengan kontribusi sebesar 74%, disusul oleh kontrak yang berasal dari pemerintah sebesar 22%, dan pihak swasta berkontribusi sebesar 4%.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

“Komposisi perolehan proyek tersebut terdiri dari induk sebesar 70,18% dan anak usaha sebesar 29,82%,” kata Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (18/8/2022).

Berdasarkan lini bisnis perusahaannya, komposisi perolehan kontrak baru perusahaan terdiri dari lini bisnis jasa konstruksi seperti pekerjaan infrastruktur dan pekerjaan sipil, gedung, jalan tol, serta jembatan sebesar 62%, EPC sebesar 8%, anak usaha sebesar 30%.

“Adapun jasa konstruksi tersebut didominasi oleh pekerjaan infrastruktur dan pekerjaan sipil sebesar 50%, gedung sebesar 39%, serta jalan tol dan jembatan sebesar 11%,” lanjut Bakhtiyar.

Hingga Juni 2022, PTPP telah menyerap belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 1,89 triliun atau tumbuh 115% secara tahunan, dibandingkan penyerapan tahun 2021 sebesar Rp 882 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini