Share

Cacar Monyet Tambah Ancaman Sektor Keuangan RI, Ini Harapan pada OJK

Feby Novalius, Okezone · Selasa 23 Agustus 2022 14:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 23 320 2652828 cacar-monyet-tambah-ancaman-sektor-keuangan-ri-ini-harapan-pada-ojk-HiuLzKTehP.jfif Cacar Monyet Tambah Ancaman pada Sektor Keuangan RI. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Cacar monyet yang mulai terdeteksi di Indonesia menambah ancaman serius terhadap stabilitas sektor keuangan dalam negeri. Di mana sebelumnya ada ancaman stagflasi hingga Covid-19.

Untuk itu, Presiden Direktur Centre for Banking Crisis (CBC), Achmad Deni Daruri menaruh harapan besar terhadap struktur dan perilaku Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di bawah kendali Mahendra Siregar. Dirinya harap OJK bisa menyesuaikan tantangan tersebut.

Deni menilai, pergantian pimpinan OJK memang memberikan harapan di satu pihak, bahwa OJK akan melakukan perubahan yang tepat menyongsong tantangan tersebut. Namun, di sisi lain, perubahan yang terjadi justru keliru dalam mengantisipasi tantangan tersebut.

Baca Juga: Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ungkap Kondisi 3 Orang Kontak Erat dengan Pasien Cacar Monyet

"Kelemahan OJK, selama ini, adalah tidak adanya koordinasi antara pimpinan OJK. Di mana, peran ketua OJK ibarat bermain bola lebih banyak bergerak tanpa bola. Sementara pimpinan lainnya lebih banyak mendribling bola, ketimbang melakukan umpan-umpan cantik untuk menciptakan peluang gol," terangnya, Selasa (23/8/2022).

Deni menilai, Ketua OJK sebelumnya yakni Wimboh Santoso, bukan termasuk playmaker yang handal dalam menahkodai lembaga ini. Alhasil, muncul isitlah “tembok Cina” di internal OJK yang justru mematikan sinergi antar departemen.

Baca Juga: Kasus Cacar Monyet Masuk Indonesia, Jokowi : Tidak Perlu Panik

"Nah, Ketua OJK yang baru harus mampu bermain sebagai playmaker dengan tugas utama melakukan koordinasi. Integrasi kepentingan individu dan tujuan organisasi adalah tujuan utama dari koordinasi. Ini memberikan kepuasan kerja dan meningkatkan moral karyawan dan juga membangun hubungan manusia yang baik di perusahaan," ungkapnya.

Selanjutnya dia mengingatkan akan pentingnya koordinasi untuk meminimalkan konflik, persaingan berakhir, pemborosan, penundaan, ketidakpedulian, dan masalah organisasi lainnya. Ini memastikan kelancaran fungsi organisasi. Oleh karena itu, dengan bantuan koordinasi organisasi dapat memenuhi tujuannya dengan segera.

.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Individu yang berkoordinasi satu sama lain menjadi lebih mengenal satu sama lain, mengurangi kemungkinan konflik yang tidak perlu di antara mereka dan setiap individu mencoba level terbaiknya untuk mendukung rekan satu timnya. Hasilnya meningkatkan tingkat ikatan di antara mereka.

"Ketua OJK harus keluar dari perangkap sektoral dan terpaku pada kontrol semata. Kontrol adalah kekuatan menahan dan mengatur dengan mana sesuatu dapat dimulai, diperlambat atau dihentikan," ungkapnya.

Per Mei 2022, OJK mencatat total outstanding restrukturisasi perbankan mencapai Rp596,25 triliun. Angka tersebut turun Rp10,14 triliun ketimbang bulan sebelumnya. Sementara akhir 2021, angka tersebut turun 67,24 persen.

Adapun NPL perbankan di saat yang sama, masih cukup terjaga. Berdasarkan data OJK, NPL gross per Mei 2022 mencapai 3,04 persen, dan NPL nett sebesar 0,85%. Secara gross, NPL tersebut memang mengalami kenaikan tipis dari akhir 2021 yang tercatat 3%. Namun turun secara net dari 0,88%

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini