Secara rinci, dari kontrak dengan pelanggan ABMM terdiri dari kontraktor tambang dan batu bara meningkat 56,38%, jasa logistik dan sewa kapal meningkat 37,34%, jasa Divisi Site Services (SSD) dan Repabrikasi meningkat 31,5%, sewa mesin pembangkit tenaga listrik 5,76%, pabrikasi menurun 20,57%, dan perdagangan bahan bakar meningkat 97,02%.
Kemudian ABMM mencatatkan peningkatan beban pokok pendapatan dari Rp4,36 triliun menjadi Rp5,84 triliun pada semester I 2022. Hal ini membuat laba kotor ABMM meningkat 97,02%.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.