Share

KNKT Sebut Asap 'Biang Kerok' Kecelakaan Beruntun di Tol Pejagan-Pemalang

Heri Purnomo, iNews · Rabu 21 September 2022 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 320 2671876 knkt-sebut-asap-biang-kerok-kecelakaan-beruntun-di-tol-pejagan-pemalang-p0tRsivdJg.png Kecelakaan di Jalan Tol. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Asap pembakaran lahan menjadi faktor kontribusi kecelakaan beruntun yang melibatkan 13 kendaraan terjadi di KM 253 Tol Pejagan-Pemalang, Brebes, Jawa Tengah, pada Minggu 18 September 2022.

"Memang asap sebagai kontribusi faktornya," kata Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto, ketika ditemui setelah memberikan sambutan dalam Media Background KNKT 'Review Keselamatan Pelayaran pada Kapak Tradisonal di Indonesia' di Jakarta, Rabu (21/9/2022).

Baca Juga: Menhub Sebut Jalan Tol Cibitung-Cilincing Bisa Hilangkan Kemacetan di Priok

Soerjanto mengungkapkan, dalam temuan sementarnya itu terdapat pembakaran sisa panen yang jaraknya sekitar 50 sampai 100 meter dari jalan tol Pejagan-Pemalang.

"Dan tiba tiba itu menjalar ke jalan tol dan kemudian membesar dan kumudian asapnya tebal," katanya.

Soerjanto mengatakan bahwa menurut keterangan yang didapatkan dari korban itu mengataksn bahwa mereka sudah mengurangi kecepatan kendaraannya, namun asap tebal mengganggu penglibatanya, sehingga kecelakaan tidak bisa dihindari.

Baca Juga: Penampakan Tol Rp12,91 Triliun yang Baru Diresmikan Jokowi

"Karena dari teman-teman korban itu mereka sudah mulai mengurangi kecepatan, tetapi ketika masuk asap tiba tiba mobil yang didepan pada berhenti dan itu jarak pandangnya 1 meter dan itu tidak bisa dihindari," pungkasnya.

Sebelumnya, Kecelakaan beruntun yang melibatkan 13 kendaraan terjadi di KM 253 Tol Pejagan-Pemalang, Brebes, Jawa Tengah, pada Minggu (18/9/2022). Insiden itu menyebabkan satu orang korban tewas dan 19 lainnya mengalami luka-luka.

Adapun mengenai kecelakaan tersebut, pihak Jasa Raharja menjelaskan bahwa indikiasi awal kecelakaan diakibatkan karea asanya asap pembakaran lahan, sehingga para pengemudi terhalang dalam pandangannya.

“Indikasi awal kejadian diakibatkan karena salah satu kendaraan pribadi (SUV) paling depan melintas TKP terhalang pandangan akibat asap pembakaran lahan oleh warga, sesampainya di TKP pengemudi melakukan perlambatan (rem) mendadak yang berakibat kendaraan di belakang nya kurang antisipasi sehingga menabrak bagian belakang,” tulis keterangan yang diterima pada Minggu, (18/9/2022).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini