Dirinya menjelaskan, perolehan laba tersebut turut didukung membaiknya portofolio restrukturisasi kredit yang kini tersisa Rp3,2 triliun per Juni 2022, turun dari posisi tertinggi pada medio 2020 mencapai Rp19 triliun. Selain itu, lanjutnya, perseroan juga mencatat NPF Gross konsolidasi di posisi 2,0%, turun dari periode sebelumnya 3,3%.
Adapun NPF Coverage cukup tinggi sekitar 300%. Dari sisi bisnis, pembiayaan baru emiten multifinance berkode ADMF ini meningkat sebesar 21% (yoy) menjadi Rp14,3 triliun. Pembiayaan baru pada segmen mobil dan sepeda motor masing-masing meningkat sebesar 38% (yoy) dan 3% (yoy) di semester I-2022.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.